Friday, October 10, 2003

Bersepeda

Hari minggu pagi besepeda ke Lembang huihh... asyik bener...
Sudah hampir 6 tahun tak lagi bersepeda Bandung-Lembang, wuih... terasa begitu jauh berbeda dirasakan, dulu tak pernah berhenti tuk menggayuh sepeda sampai lembang tapi sekarang... wach lebih dari lima kali berhenti.... Subhanallah betapa nikmatnya lelah dirasakan setelah bersepeda begitu jauh dan hehe tanjakannya itu man.... membuat hampir tak berdaya... kalo saja sendirian ke sana kayaknya gak sampai tuh ke Lembang namun karena ini bareng sama anak masjid dan kebetulan anak pengajian yang dibina wach malu tuch tuk balik lagi hehe ... tapi subhanallah banyak hikmah yang di rasakan ketika merasakan keletihan, teringat akan jasad ini yang jadi titipan-Nya yang punya hak juga tuk di jaga dan dipelihara termasuk daya tahan tubuh dan kekuatannya ketika inget masa dulu yang kuat sampai puncak tanpa henti dengan jarak waktu tempuh kurang dari satu jam, namun sekarang dah lima kali berhenti dan waktu yang begitu lama dari pukul 8 pagi berangkat nyampa puncak/tempat istirahat 10.30 wach lama amat untung aja anak binaan sabar nunggu diatas karena mereka memang pergi duluan setelah menunggu beberapa berhenti karene menunggu, ya di anjurkan untuk duluan gak usah menunggu nanti aja di tempat finish menunggunya, dikala itu terasa begitu penting dan memang sudah menjadi kewajiban tuk menjaga jasad ini yang merupakan salah satu potensi dasar manusia yang Allah berikan kepada kita selain aqliyah dan qolbiyah maka jasadiyah ini menjadi salah satu terpenting yang mempunya hak juga tuk dipenuhi kebutuhannya. Kalo Aqliyah itu dengan Ilmu, wawasan juga pengetahuan, dan Qolbiyah dengan dzikrullah, hiburan hati, dan taqarub dalam pemenuhan kebutuhannya, maka Jasadiyah dengan makan makanan bergizi, olah raga dan beramal yang baik juga istirahat secukupnya sehingga stabil, seimbang atau tawazun.

so... yuk ah berolahraga terus yang teratur buat jaga kondisi fisik sebagai amanah juga yang diberikan kepada kita, sehingga kita menjadi insan yang sehat kuat dan dicintai Allah, karena Allah lebih menyukai mukmin yang kuat dari pada mukmin yang lemah, wallahu'alam.. ^_^

Sunday, October 05, 2003

ISLAM BUKAN PERMAINAN

Islam adalah jalan hidup bukan sekedar angan² yang jika melakukan begini akan begini, bukan Try and error tapi sebuah kepastian, mutlak, hakiki. Jika ada yang coba² melakukan terobosan dalam Islam yang sifatnya coba-coba padahal ketentuannya sudah ada dan jelas, maka orang ini di sebut dalam al-Qur'an adalah mempermainkan Agama/Din. Dan Allah benci Karakter seperti ini. WALLAHU'ALAM.

Friday, September 19, 2003

KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA'AH

Shalat jamaah sangat tinggi nilainya dan sangat besar pahalanya. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w. bersabda "Shalat Jamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibanding shalat sendiri" (H.R. Bukhari Muslim dll.).

Dalam riwayat lain dikatakan lebih utama dua puluh lima kali dibanding shalat fardlu.

Dalam sebuah hadist juga Rasulullah bersabda "Karuniailah mereka yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan sinar yang sempurna di hari kiamat" (H.R. Abu Dawud & Trimidzi).

Dalam riwayat Utsman Rasulullah s.a.w. bersabda "Barang siapa shalat Isya' dengan berjamaah, maka ia seperti mendirikan shalat selama setengah malam, barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka ia laksana shalat semalam suntuk" (H.R. Muslim dll.)

Hukum shalat Jamaah menurut mazhab Syafi'i : Fardlu kifayah, yaitu apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakn dosa.

Mazhab Hanbali bahkan mengatakan shalat jamaah adalah fardlu ain, wajib bagi setiap muslim, karena kuat dan banyaknya dalil yang memerintahkan shalat jamaah. Mazhab Hanafi dan Maliki mengatakan shalat jamaah selain shalat jum'ah hukumnya sunnah mu'akkadah.

Memang, utamanya shalat fardlu dilakukan secara berjamaah di masjid. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda "Wahai umatku, shalatlah di rumah-rumah kalian, karena yang paling utama shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardlu" (H.R. Bukhari Muslim).

Mereka yang menemukan takbiratul ihram bersama imam dalam shalat fardlu sangat besar pahalanya, seperti dalam sebuah hadist dikatakan "Barang siapa mendirikan shalat selama 40 hari dengan berjamaah, dengan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dibebaskan dari dua perkara, yaitu dari neraka dan dari kemunafikan" (H.R. Tirmidzi).

Semakin banyak jumlah peserta jamaah, semakin utama pula pahala jamaah, sebagaimana sebuah hadist menjelaskan "Shalat seseorang bersama seorang lebih utama dari shalat sendiri, dan shalat bersama dua orang lebih utama dari shalat bersama seorang, semakin banyak mereka berjamaah semakin dicintai Allah" (H.R. Ahmad, Abu Dawud).

Tentu shalat jamaah di masjid lebih banyak jamaahnya dibandingkan dengan di rumah. Hanya saja kalau repot, shalat berjamaah di rumah juga tetap sah, apalagi dengan tujuan agar isteri bisa ikut berjamaah. Bila suasana longgar dan tidak merepotkan, kita bisa bersama-sama isteri dan keluraga ke masjid ikut berjamaah. Sebaliknya bila kondisi tidak mendukung kita cukup berjamaah di rumah, pahalanya, insya Allah sama, 27 kali lebih utama dibanding shalat sendiri, hanya beda kualitasnya.

Insya Allah dengan begitu kita juga akan merasakan dua kenikmatan sekaligus, yaitu kenikmatan merasakan masjid sebagai rumah kita dan kenikmatan merasakan rumah kuta sebagai masjid.
Wallahu a'lam bishshowab.

Tuesday, September 16, 2003

OMDO

Baru aku merasakan klimaksnya kebencianku kepada yang "omdo"
Benci Sekali....
Kata²nya bak racun yang ganas
Ucapannya manis tapi sebenarnya Pahit tak tertahankan

Kenapa ada yang Omdo ya ?

Hei saudara/i kepercyaan itu bukan di buat oleh kata²
tapi dihasilkan dari sebuah amal perbuatan

Jangan Omdo-lah

No action talk Only (Nato)

Pantas Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ash-Shaff ayat 2-3 yang artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.



Monday, September 15, 2003

Kata-Kata

Kata-kata yang pasti hanya satu kali diucapkan dengan tegas
Kata-kata yang diulang-ulang walaupun untuk memastikan biasanya tak jelas

Kenapa?

Hati yang bersih biasanya pikirannyapun akan jernih
Ketika pikiran jernih maka apa yang diucapkan sudah terukur & terarah

Namun jika hati sudah ternodai atau kotor khilaflah yang diucapkannya
Maka kata-katanya sudah tak bermakna dan berbobot lagi, hampa tak ada nilai

Hati adalah jiwanya jasad ini
Jika hati lemah maka lemahlah kita

Jauhi dari hal-hal yang membuat jiwa kita lemah
Hindari berandai-andai
Hindari azwaj
Hindari melakukan hal² yang sia²

Perbanyak dzikir
Perbanyak istighfar
Giatkan kinerja jangan malas
Gapai cita-cita dengan kerja keras


Tuesday, September 09, 2003

PENGERTIAN ILAH DAN LAILAHAILLALLAH
ILAH


Ilah dalam pengertian sehari-hari adalah tuhan.
Di dalam terminologi Al-Qur'an ilah berarti:

1.Mahbubun (yang dicintai). Mari kita simak Qs 2:165 :

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan- tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah ..."

Pada ayat ini disebutkan menyembah dikaitkan dengan mencintai. Jadi kalau seseorang mencintai sesuatu (dalam ayat disebutkan andada-- tandingan-tandingan) sejajar dengan cintanya kepada Allah berarti mereka menyembah tandingan-tandingan tersebut. Jadi sangat tegas ayat ini, jangankan mencintai sesuatu lebih dari cintanya kepada Allah, mensejajarkan cinta itu saja berakibat fatal.
Apakah tandingan-tandingan itu? Mari kita simak penjelasannya di Qs 9:24
"Katakanlah: 'Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri- istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan; pernia- gaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai selain Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya.' Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
Jadi anak, bapak, ibu, saudara, istri/suami, bisnis, rumah dsb seperti disebutkan pada ayat diatas dapat menjadi ilah. Oleh karena itu Allah mengancam dengan keputusanNya... tunggulah tiba saatnya nanti. Betapa Maha Penyayang Allah, memberikan kesempatan kepada mahluknya yang mebelakanginya untuk tidak segera mendatangkan keputusanNya itu.
Sesuatu yang dicintai ini sangat penting, karena manusia sering terpeleset disini. Misalnya dia lebih mencintai bisnisnya, sehingga meninggalkan pensan-pesan Allah, melanggar syariatNya dsb. Kita dapat menulislah ilah-ilah lain seperti jabatan, kekuasaan, dsb.
Berdasarkan Qs 9:24 tersebut, tingkatan cinta seorang muslim sbb:
1) Allah
2) RasulNya (Nabi Muhammad SAW),
3) Jihad baru yang lainnya. Kita tidak dilarang mencintai harta, istri, anak dll, tetapi cintanya harus dibawah cinta kita kepada Allah, RasulNya dan Jihad.

2. Matbu'un (sesuatu yang diikuti)

Mengikuti sesuatu selain dari petunjuk Allah bisa dicap memiliki ilah selain Allah. Mari kita simak contohnya dalam Qs 25:43
"Terangkanlah kepadaku tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?"
Hawa nafsu kalau selalu diikuti maka selalu menjurus ke yang negatif dan berdasarkan ayat diatas dia kalau seseorang selalu mengikuti hawa nafsunya, maka hawa nafsunya tersebut juga menjadi tuhannya.
Hawa nafsu termasuk yang sangat sulit dikendalikan. Dalam kisah perang Badar, setelah perang usai, seorang sahabat Rasulullah berujar kira-kira "kita telah menyelesaikan perang besar", Rasulullah lalu bersabda yang kira-kira perang tersebut kecil, perang yang besar adalah perang melawan hawa nafsu. (hawa nafsu juga bisa berarti kehendak sendiri yang tidak jelas tujuannya)

3. Marhabun (sesuatu yang ditakuti) simak diujung Qs 16:51

"Allah berfirman: 'Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguh nya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut."
Seorang muslim harus berani, tidak boleh takut kepada siapapun, kecuali Allah. Takut disini adalah takut Syar'i (takut dan terpaksa menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah karena sesuatu. Sesuatu bisa beratri manusia, undang-undang/hukum selain hukum Allah, jin atau mahluk lain).
Takut tabi'i dibolehkan. Misalnya takut dengan anjing galak, takut dengan ular berbisa dll.
Taqwa dalam arti sempit dapat berarti takut. Takqwa kepada Allah bisa berarti luarbiasa takutnya kepada Allah, dilukiskan di Al-Qur'an (QS.8:2) dengan mendengarkan nama Allah hatinya bergetar karena takut. Dengan takut kepada Allah otomatis akan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Wallahu'alam

Friday, August 29, 2003

Layak untuk mendapatkan cintaKu bagi orang yang saling mencintai karena-Ku. Orang yang saling mencintai karena-Ku (di hari kiamat) akan ditempatkan di menara dari cahaya, tempat yang diingini oleh para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada (Shahih Jami’)

Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman pada hari kiamat : Mana orang-orang yang saling mencintai karena kebesaran-Ku, hari ini Aku akan menaungi mereka pada saat tidak ada naungan selain naungan-Ku (Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda, "Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sehingga ia menyayangi saudaranya itu sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri." (H.R Bukhari & Muslim)

Tuesday, August 12, 2003

Statement Para TOKOH

Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya
Khalifah Umar al-Khattab

Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut
Khalifah Umar al-Khattab

Ingin aku jadi rumput sahaja, supaya dimakan oleh kuda kerana amat ngerinya siksaan Allah
Abu Bakar As-Siddiq

Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, bersolat dan berjihad. Apabila mati orang yang berilmu, maka terdapat suatu kekosongan selain oleh penggantinya(yang berilmu juga)
Khalifah Ali bin Abi Talib
Seorang yang bijak akan membetulkan kekhilafan dari kesalahan orang lain
Syrus

Rahasia kejayaan ialah mengetahui perkara yang orang lain tidak tahu
Aristotle Onassis

Dalam dunia ini, tidak ada kesilapan atau ketidaksengajaan. Semua yang mendatangi kita adalah untuk kita pelajari daripadanya
Elizabeth Kubler Ross

Kehadiran seseorang itu meninggalkan kebahagiaan tetapi bagi sebagian orang ketiadaannya membawa kebahagiaan kepada orang lain
Oscar Wilde

Kebanyakan perkara penting yang berlaku di dunia ini disempurnakan oleh mereka yang terus dan sentiasa berusaha walaupun ia nampaknya tidak mempunyai harapan langsung
Dale Carnegie

Monday, August 11, 2003

--ada yang mengalir lembut di akhir cerita ini-
semoga bermanfaat bagi kita semua

IKHLAS DENGAN KETENTUAN-NYA
Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat,
berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya
yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi
janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan
dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih
rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah.
Permintaannya (diantaranya)adalah agar segera diangkat kemiskinan
yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering
sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki
Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.

Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI
UANG DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB. Hingga suatu saat ia
mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia
lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak
penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa
dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.
Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin
rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah,
agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi
hidup ini.

Namun berangsur-angsur seakan terkena kualat (karena meninggalkan
perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA
SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK
SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA
MINGGU DIRUMAH SAKIT.
Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya
kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan
menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah.
Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia
lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya
terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya
hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu
kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya
ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan
itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!". Setiap mendengar bisikan itu,
timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang
yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan
tidak berujung _.. ahhhhh.

Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,
tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas,
tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik
dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap
doanya selama ini.
Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah :
"WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN
DIRIMU YANG SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA
SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN
LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU.
MAAFKAN AKU SELAMA INI, AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT
DENGANMU !"
Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat
seperti itu ('mengkhatamkan' ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan
pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya,
ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu
padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin
jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut.
Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh,
tidak mampu... kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat.
Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU ?"
nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan
bersuara dengan lirih, "Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu
itu.
Dia mengatakan demikian :
"Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan dirimu yang
sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok
aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar
tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni
aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !"
Ampuni dia yaa Al 'Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"
Tersentak beliau, itu..._u kata-kataku semalam_ ...celaka, pikirnya.
Kemudian terdengar suara lagi :
"Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan
Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan
tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan
pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak
Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu
padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan.
Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan
tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya... rindukah
ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"

Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia
berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya
karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin
takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat
di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii...

Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu', kembali ia sholat dengan
bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq
dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya.
"...aa Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu
yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan,
apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela...aa Allah, aku rindu padaMu..._"

Semoga menambah keimanan dan ketekunan kita dalam mengerjakan sholat lail dan ibadah yang lainnya...amiin.

Sunday, August 10, 2003

BEGITULAH CINTA

....... and you know honey,
my love for you is growing and growing in every single day.....

eramuslim - Dua baris kalimat pendek dalam email itu sempat membuat
hatiku berbunga-bunga tiada tara. Mengingat sangat jarang bahkan hampir
dapat dikatakan tidak pernah dalam tiga bulan pernikahan kami, suamiku
menulis kata-kata sebegitu romantisnya seperti yang dia lakukan di atas.

Usia pernikahan kami memang masih sangat muda, yang mungkin bagi
sebagian orang masih belum berarti apapun. Namun insya Allah pondasi
pernikahan yang kami bangun didasari dengan kalimah Lillahi ta'ala, tanpa
(saling) cinta yang menggebu layaknya pasangan-pasangan yang sedang asyik
memadu kasih. Pun, tanpa kata sayang apalagi secara verbal mengatakan 'I
love you'.

Sebagian besar kawan memberi julukan pernikahan kami dengan istilah
'kawin instan'. Instan yang berarti serba cepat dan serba mendadak. Bahkan
segelintir orang sempat merasa curiga ada apa-apa dengan pernikahan
ini, seandainya mereka tidak melihat calon suami seorang ikhwan yang insya
Allah sholeh. Usia perkenalan kami yang hanya dua minggu, rasanya
mustahil dibilang ada rasa cinta. Walau ada pepatah yang mengatakan 'love at
the first sight'. Namun bagi kami, 'love' di antara kami lebih indah
dan lebih dahsyat justru hadir setelah ijab kabul terlaksana. Tidak
percaya? Buktikan sendiri.

Dan episode pacaran pun baru dimulai sesudahnya. Rasanya, masya
Allah... rasa cinta, rindu dan segudang rasa sayang yang besarnya bagai air
bah yang meluap dan meluber ke segala sudut hati. Sangat mengherankan
jika banyak pemuda-pemudi yang berpasangan lebih leluasa berpacaran
berlama-lama sebelum ijab kabul terlaksana. Padahal mereka banyak melakukan
hal-hal yang diharamkan oleh agama. Pernah terlintas dalam benak kami,
kenapa mereka tidak menyegerakan menikah agar segala yang haram menjadi
halal?

Bukankah lebih indah dan bahkan sejuta rasanya jika kita dapat
meluapkan rasa cinta kita kepada pasangan yang sudah disahkan dengan tali
pernikahan?. Pacaran? siapa yang melarang? wong apa yang kami lakukan
sekarang justru sedang 'hot-hot' nya pacaran kok, pacaran yang dihalalkan
Allah. Pacaran yang dimulai setelah ijab kabul. Indah bukan?...

Pernah satu kali, ketika keadaan memaksa kami untuk berpisah selama
satu malam. Satu malam perpisahan kami rasakan bagai sebulan, telepon dan
SMS pun mengalir. Tak tahan rasanya berpisah dengan belahan hati walau
satu malam pun!

Tidak ada pernikahan tanpa berselisih paham. Jika hal tersebut terjadi,
kami berusaha kembalikan kepada hukum Allah dan kemesraan pun terjalin
kembali. Bagi pasangan-pasangan yang berpacaran sebelum menikah, jika
terjadi selisih paham dan emosi yang bermain maka keputusan yang diambil
mungkin lebih ekstrim, yaitu putus hubungan. Padahal dosa-dosa akibat
mendekati zina yang dimurkai Allah sudah mereka lakukan.

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa:32)

Pernikahan adalah perjanjian suci yang dipersatukan oleh Allah. Pun,
jika terjadi salah paham kita dianjurkan untuk tidak memakai emosi di
dalam menyelesaikannya. Kata "putus" untuk sebagian pasangan yang belum
menikah mungkin lebih mudah diucapkan, namun tidak bagi pasangan yang
menikah seperti kami (dan mungkin juga pasutri lainnya). Pernikahan ini
adalah pagar bagi kami untuk tidak berbuat hal-hal yang dibenci Allah
Swt.

Kami percaya, cinta yang hadir di kehidupan pernikahan kami adalah
karena Allah Swt menghendaki demikian adanya. Lewat cinta-Nya kepada kami,
dianugerahkan-Nya rasa cinta dan kasih di antara kami sebagai pengikat
tali pernikahan kami. Insya Allah, akan kami jaga sampai maut
memisahkan kami atau bahkan sampai cita-cita kami berdua tercapai, ber-reuni di
Surga-nya Allah, amin ya Robb, amin. Dan kami percaya, awal perkenalan
sampai proses pernikahan kami yang 'serba instan' juga buah karya dan
keputusan dari Sang Raja dari segala raja yang telah menghadirkan rasa
cinta itu di setiap helaan nafas kami, (dan semoga untuk selamanya).

..... I miss bunda! (dari: ayah)

Sebaris short message (SMS) masuk ke handphone ku siang itu. Anganku
pun langsung terbang ke langit, mempesona. Begitulah Cinta! Wallahu'alam
Bishshowab. (untuk ayah IH sal-say, dari: bunda)

Sunday, August 03, 2003

Hijrah: Sebuah Pola Perjuangan (2)
saduran,

Memang benar sebab hijrahnya kaum muslimin dari Mekkah ke Madinah adalah karena tekanan fisik dan siksaan yang dilakukan kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslimin di Mekkah. Tetapi itu bukan satu-satunya sebab, karena apabila hanya karena tekanan dan siksaan maka para sahabat Rasulullah saw seperti Abu Bakar dan Umar bin Khatob yang tidak mendapatkan siksaan seharusnya tidak wajib berhijrah. Namun dalam realitanya seluruh kaum muslimin di Mekkah yang tertekan ataupun tidak, diwajibkan untuk berhijrah. Karena hijrah lebih merupakan ujian atas iman mereka sebagaimana janji Allah dalam firmannya: "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: "Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungghnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. 29: 2-3)
Hadits diatas adalah dalam kontek hijrah seperti ini yaitu hijrah makani atau hijrah teritorial. Dalam artian bahwa setelah dibukanya kota Mekkah oleh Rasulullah saw kota itu menjadi bagian dari Daru-l-Islam, maka kaum muslimin tidak diperintahkan lagi untuk berpindah dari daerah asalnya ke Mekkah. Tetapi yang masih tetap wajib adalah jihad dan niat. Artinya bahwa seorang muslim tidak boleh lagi berhijrah berpindah dari tanah airnya apabila di serang dan diduduki oleh non-muslim tetapi mereka harus berjihad untuk mempertahankan apa yang menjadi haknya.
Kedua, Hijrah Nafsiyah, perpindahan secara spiritual, intelektual dan transendental dari kekafiran kepada keimanan. Dari kebodohan kepada ilmu. Ketiga, Hijrah Amaliyah, perpindahan perilaku dan perbuatan seperti perpindahan dari perilaku jahiliyah kepada perilaku dan akhlak Islam atau meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah kepada yang diperintahkan dan diridhai-Nya.
Hijrah yang kedua dan ketiga ini tetap ada bahkan harus selalu dilakukan oleh setiap Muslim sampai hari kiamat. Rasulullah saw bersabda :
"Tidak akan habis (kewajiban dan kesempatan) untuk berhijrah sebagaimana tidak akan habis (kewajiban dan kesempatan) untuk bertaubat. Sedangkan (kewajiban dan kesempatan bertaubat tidak akan habis sampai matahari terbit di Barat". (HR. Abu Dawud)
Hadits ini menginterpretasikan hijrah sebagai taubat sebagaimana dipertegas oleh sabda Rasulullah saw lainnya: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa" (HR. Imam Ahmad).
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang telah dilarang oleh Allah swt."
Bagi seorang Muslim, hijrah kedua dan ketiga bisa dikatakan sebagai proses reformasi. Terminologi reformasi dalam bahasa Inggris, Reformation; dalam bahasa Prancis Renaissance; dan dalam bahasa Jerman, Aufklaruung secara etimologi adalah derivat dari to reform artinya to make better by removal of faults and errors (membuat sesuatu lebih baik dengan menghilangkan dan membuang kesalahan dan kekeliruan)(The Oxford Reference Dictionary, hal 1212). Karena itu hijrah dan reformasi mempunyai esensi yang sama.
Secara umum, reformasi ini bisa kita bagi menjadi tiga fase: reformasi individual (spiritual-moral), reformasi sosio-kultural dan reformasi struktural. Secara historis peristiwa hijrah dapat dijadikan contoh praktis. Selama kurang lebih tiga belas tahun Rasulullah saw telah mengadakan reformasi individual dalam masyarakat Quraish. Para sahabatnya yang tersentuh dakwah Rasulullah saw segera mengadakan hijrah baik secara spiritual ataupun moral. Mereka meninggalkan kekufuran dan jahiliyah lalu menggantinya dengan keimanan dan akhlak islamiyah. Reformasi individual-spiritual-moral ini selanjutnya mendorong terjadinya reformasi sosio-kultural, karena sekelompok manusia yang telah melakukan reformasi individual mau tidak mau akan mereformasi tatanan kehidupan sosio-kulturalnya. Dalam sejarah Islam kita lihat bagaimana kehidupan sosio-kultural jahiliyah yang penuh dengan permusuhan dan peperangan berubah menjadi sosio-kultural islami yang penuh persaudaraan dan kasih sayang. Dalam peristiwa hijrah, lihat bagaimana Rasulullah saw membangun sosio-kultural Islami di Madinah dengan melakukan Muakhah (mempersaudarakan) antara kaum Muhajirin yang datang dari Mekkah dan kaum Anshor, orang-orang asli Madinah.
Ketika kedua fase reformasi itu sudah dilakukan oleh sekelompok manusia maka pasti mereka akan menuntut untuk mengadakan reformasi struktural sehingga sesuai dengan tingkat intelektual dan keimanan mereka. Rasulullah saw dan para sahabat yang telah berhasil mengadakan reformasi individual dan kultural namun gagal mengadakan reformasi struktural karena kekuatan kaum kafir Quraisy jauh lebih kuat dari mereka, terpaksa harus mengadakan Hijrah Makani ke Madinah sehingga dapat membuat dan mendirikan struktur yang Islami yang cocok dengan mereka.
Maka sebenarnya reformasi dan hijrah selain merupakan sunnatullah, juga satu keharusan bagi dinamika kehidupan manusia yang terus berkembang maju. Karena itu reformasi bukanlah aib yang harus ditantang dan ditolak, tetapi sebaliknya harus diterima dan dilakukan sesuai perkembangan diri kita. Bertambah tinggi tingkat rasionalitas kehidupan kita individual dan sosio-kultural bertambah tinggi pula tuntutan rasionalisasi struktural kita.
Tetapi proses hijrah atau reformasi tidak serta merta menghasilkan sesuai yang baik kecuali dilakukan dengan proses yang benar. Proses reformasi dan hijrah ini harus dimulai dengan ma'rifatul-haq (mengetahui yang benar dan lebih baik). Karena itu proses belajar dan dialog sangat penting. Tanpa mengetahui mana yang haq dan yang batil; yang salah dan yang benar tidak ada akan pernah terjadi reformasi dan hijrah, karena sang pelaku selalu yakin berada dalam kebenaran, bahkan reformasi dan hijrah akan dituduh sebagai gerakan inkonstitusional. Standar haq atau kebenaran adalah Allah bukan manusia. Allah berfirman: Al haqqu mir robbika falaatakunanna minal mumtarin (Kebenaran itu dari Tuhanmu maka janganlah kamu menjadi orang yang ragu). Kebenaran dari manusia adalah relatif sedangkan kebenaran dari Allah adalah absolut (mutlak). Siapapun yang mengabsolutkan manusia, kecuali apa yang datang dari Rasulullah saw, karena Rasulullah saw tidak pernah berkata kecuali wahyu dengan menyatakan bahwa seluruh yang datang dari orang itu benar, siapapun dia berarti telah melakukan syirk (menyekutukan Allah) balasannya adalah kekekalan dalam api neraka. Karena hanya Allah sebagai Al Haq (Maha Benar). Sedangkan manusia adalah mahalul khottho wan nisyan (tempatnya kesalahan dan kelalaian). Rasulullah saw bersabda: "Setiap anak Adam itu pasti pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertaubat". Orang yang menyandarkan kebenaran hidupnya pada manusia pasti sesat sedang yang menyandarkan hidupnya pada Allah pasti selamat.
Setelah ma'rifatul-haq, proses selanjutnya adalah taubat dari segala kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuat. Taubat ini harus memenuhi empat syaratnya: Pertama, meninggalkan perbuatan dosa dan kesalahan itu secara total. Kedua, menyesali perbuatan itu dengan sepenuh hati. Ketiga, berjanji kepada Allah untuk tidak kembali kepada dosa dan kesalahan itu. Keempat, adalah syarat apabila kesalahan yang dilakukan berhubungan dengan orang lain, maka harus meminta maaf kepada yang bersangkutan.
Maka untuk sebuah reformasi dan hijrah yang sangat mendesak pada kehidupan berbangsa saat ini, semua kita, siapapun kita, harus sama-sama bertaubat dengan taubatan nasuha dari semua dosa kita. Jangan ada yang merasa benar sendiri dan melihat yang salah selalu orang lain. Atau jangan ada usaha untuk mencari kambing hitam. Karena semua itu hanya akan menghalangi proses hijrah dan reformasi yang kita laksanakan.
Baru setelah itu proses selanjut bisa dilakukan, yaitu: pindah, mengambil dan melaksanakan apa yang kita yakini dan disepakati sebagai al-haq dan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya. Dan proses yang terakhir adalah komitmen dan istiqomah dengan al-haq itu sampai akhir hayat.
Inilah konsep hijrah yang juga merupakan konsep reformasi yang harus diambil oleh setiap muslim dalam melakukan perubahan dan peningkatan diri dan yang bisa diambil sebagai framework untuk reformasi yang diharapkan oleh bangsa ini. Mudah-mudahan dengan konsep Hijrah ini merupakan momen penting bagi bangsa kita yang sedang melakukan reformasi nasional untuk meluruskan arah dan proses reformasi ini, amiin. (Ahmad Hatta)

Saturday, August 02, 2003

SUbhanallah, kemarin Hari Jum'at banyak yang bersilaturahmi ke SkiinNet Euy ..... dari pagi sampai malam ikhwan dan akhwat berdatangan, ya smoga saja silaturahmi ini membawa berkah sebagaimana yang Allah janjikan bisa memperpanjang umur, memudahkan pintu rizki dan menentramkan hati ini amiin ya Allah ya rabbal'alamiin.
Pagi hari Ukh Teni dateng berkunjung, hehe dia dateng2 chat dan laper katanya ana kasih aja sarapan seadanya, maklum kami punya jamuan special SkiinNet lontong ama bakwan di tambah gehu disemarakan oleh cireng, itu makanan special kami ^_^.
Malamnya para ikhwan dateng...
Kami berfoto bareng euy .... ada akh Bhakti, akh Lukman, akh Chandra dan akh Sander tunggu aja actionnya nanti di myphoto launcingnya ya? ^_^

Sunday, July 27, 2003

Nama yang harum lebih berharga dari kekayaan.

Cepat tidur, cepat bangun menjadikan orang sehat, makmur dan bijaksana.

Hidup yang tak menghasilkan apa-apa berarti hidup tiada guna.

Barang yang membuatmu tertarik selalu terasa mahal.

Dimana ada kemauan pasti disitu ada jalan.

Kemakmuraan adalah hasil dari jerih payah.

Saturday, July 26, 2003

Melepas Kepergiannya ............ saudaraku....

Tuk yang kedua kalinya saya melepas kepergian sahabat sekaligus saudara seperjuangakanku dalam keheningan malam, kupandangi sosok yang berjalan menuju arah tempat pemberhentian angkot yang mengantarkannya ke rumah kost dimana dia tinggal, yang memang jarak dari tempat saya tinggal lumayan harus berjalan dulu sekitar 200-300 meter-an untuk samapai ke tempat tersebut.
Ada rasa Kagum kepadanya ketika dia pergi dalam keheningan malam yang mencekam padahal itu sudah menunjukan pukul 1.15 dini hari, tapi aneh tidak ada rasa kekahwatiran melepas kepergiannya karena saya yakin akan pertolongan-Nya yang diatas, karena dia ada ke tempat saya adalah dalam rangka silaturahmi tuk mempererat tali silaturahmi, subhanallah betapa indah nilai ukhuwah ketika dirasa seperti ini, Ya Allah kuatkanlah kami dan tetap satukanlah kami dalam satu barisan jama'ah hambamu yang Kau ridhoi dalam mengemban tugas hidup kami menegakkan li'ilahikalimatullah dimuka bumi ini. Amiin Ya rabbal'Alamiin.

Wednesday, July 23, 2003

MAKE UP MUSLIMAH

Agar ukhti tampak lebih cantik dan menarik lakukanlah resep berikut ini:

1. Jadikanlah ghadhdhul bashar (menundukan pandangan) sebagai hiasan mata ukhti, niscaya mata ukhti akan semakin bening dan jernih.

2. Oleskan lipstik kejujuran pada bibir ukhti niscaya bibirmu semakin manis.

3. Gunakanlah pemerah pipi ukhti dengan kosmetika yang terbuat dari rasa malu yang dijual di salon iman.

4. Pakailah sabun istighfar untuk menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang ukhti lakukan.

5. Rawatlah mahkota rambut ukhti dengan jilbab Islami yang berkhasiat menghilangkan ketombe pandangan laki-laki yang asing yang membahayakan.

6. Pakailah giwang kesopanan pada kedua belah telinga ukhti.

7. Hiasilah kedua tangan ukhti dengan gelang tawadhu dan jari-jari ukhti dengan cincin ukhuwah.

8. Sebaik-baik kalung yang harus ukhti pakai adalah kalung kesucian.

Wednesday, July 16, 2003

Barangsiapa berilmu dan beramal serta mengajar, maka orang itu pantas disebut orang besar di segala petala langit

Nabi Isa A.S

Monday, July 14, 2003

Ma'rifaturrosul

Istilah Ar-Rosul dalam Al-Qur'an mengandung arti: Utusan/perutusan, perwalian, pemimpin, pemutus hukum, penyampai risalah, dan pembawa rahmat serta tauladan yang baik.

* Ayat yang menyatakan Rasul sebagai utusan

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi.
QS Al-Fath 48:28

* Arti Rosul sebagai penyampai risalah (mubaligh)

Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
QS Al-Ma'idah 5:67

* Ayat yang menjelaskan bahwa Rosul adalah perwakilan Kerajaan Allah di Bumi

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.
QS Al-A'raf 7:158

* Ayat yang menunujukan bahwa bahwa Rosul adalah pemimpin umat Islam

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
QS Al-Ma'idah, 5:55

* Ayat yang menyatakan Rosul sebagai pemutus hukum atas seluruh masalah yang dihadapi oleh umat:

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
QS An-Nisa' 4:65

* Ayat yang menyatakan Rosul berartipembawa rahmat bagisemesta alam

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
QS Al-Anbiya' 21:107

* Ayat yang menyatakan Rosul sebagai Tauladanyangbaik

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
QS Al-Ahzab 33:21

Di dalam buku-buku ilmu Tauhid disebutkan perbedaan antara Nabi dan Rosul:
Nabi ialah seorang yang menerima wahyu syariat dari Allah untuk dilakukan sendiri, sedang Rosul adalah seorang yang menerima syariat dari Allah untuk dilakukan sendiri dan juga di sampaikanpada umatnya.

(Sayyid Sabiq, aqidah Islam) dengan demikian sifat Rosul itu pasti nabi, namun tidak semua nabi itu Rosul, tetapi Al-Quran tidak pernah menerangkan perbedaan antara nabi dan rosul sepertiitu melainkan menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian, yang menunjukan kedua istilah kata Rosul itu sebutan lain dari nabi. Jadi sebenarnya tidak ada perbedaan antara keduaistilah itu,karena nabipun adalah oarang yang menyampaikan risalah kepada umatnya (Qs. 2:213, 3:146: 7:94, 43:6-7).

Adapun tujuan Utama dibangkitkannya nabi/Rosul adalah untuk mengajak manusia agar beribadah kepada Allah serta menegakkan Dien-Nya.

sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
QS Al-Anbiya' 21

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
QS Ash-Shura, 42:13

bersambung ke ... Karakteristik Seorang Rosul

Sunday, July 13, 2003

TUJUAN HIDUP MANUSIA

Pada saat Allah menciptakan manusia, Dia tidak pernah meminta pendapat kita apa perlu penciaptaan itu atau tidak, Dia Maha Berkhendak, artinya Allah telah memliki tujuan yang mutlak berkenaa dengan penciptaan manusia. jadi, sekiranya kita yang dilahirkan ke bumi ini mencari dan menciptakan tujuan hidup sendiri(sekehendak hati),berarti telah menghianati yang menciptakan kita.

Tujuan hidup yang harus dicapai manuasia adalah yang telah ditetapkan Allah pada waktu menciptakan kita. Adakah manusia yang usul agar dirinya diciptakan Allah karena ia memiliki cita2 yang hedak di capai didunia ini?

Tak pernah ada! Tujuan hidup manusia atau alhayat adalah memeluk dien yang penuh denga keikhlasan dan hanif serta menyerahkan seluruh tujuannya itu kepada tujuan Allah menciptakan manusia.


Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ,QS:30:30

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.QS,4:125

Seluruh hidup manusia yang menyerahkan seluruh kehendaknya kepada kehendak Allah itulah yang disebut kehidupan mencari ridho Allah. Jadi tujuan mencari ridho Allah pada hakikatnya adalah hidup menyesuaikan diri dengan kehendak dan tujuan ALlah menciptakan manusia.

untuk melihat apa yang harus kita lakukan agar ridho Allah dapat kita perolah, marilah kita kaji beberapa ayat berikut:

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.QS. 58:22

menurut ayat ini ciri2 dari orang yang diridhoi Allah itu adalah yang menjadi golongan Allah (Hizbullah) yang tidak menaruh belas kasihan dan tidak pernah berkasih sayang dengan orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, meskipun ia bapak-bapak, atau atau anak2 atau saudara ataupun keluraga mereka.

jadi kalau tujuan kita adalah mencari Ridho Allah sikap tegas dan tidak pernah kompromi dengan penentang Allah dan rasulnya meskipun orang yang dekat dengan kita, harus kita (miliki sikap itu).

lebih tegas Allah menyatakan dalam Alquran Surat Al-Maidah ayat 78-80 bahwa bani Israil di laknat Allah karena tolong-menolong dengan orang-orang kafir/musyrik.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.QS, 9:100

Ayat ini menegaskan bahwa kelompok yang diridhoi Allah itu hanya mereka para Muhajirin dan Anshor dan generasi berikutnya yang menempatkan diri baik di kelompok Muhajirin atau Anshor. Kelompok ini berikutnya itu termasuk generasi Akhir Jaman.

Jadi sekiranya benar bahwa tujuan hidup kita adalah mencari Ridho Allah, maka Hanya ada dua piliah yang harus diambil:

- menjadi orang2 hijrah dari kebatilan menuju Islam (muhajirin), atau
- menjadi penolong Allah dan pembela Islam

Dua2nya memiliki sifat FURQON yang menjadi Sikap perjuangan dalam menegakkan kebenaran dalam mengapai Ridho Allah tadi.

.....Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS, 5:3

Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa Allah ridho Islam yang telah tegak, sempurna, Dhohir, dan kaffah dijadikan oleh kita sebagai dien (sitem hidup, baik secara individual, bermasyarakat bahkan bernegara)

Jadi tujuan Hidup mencari Ridho Allah tidak bisa dipisahkan dari usaha dan perjuangan menegakkan dan mendhohirkan Islam hingga terbentuknya masyarakat Islam yang kaffah, sebab disitulah keridhoan Allah. Sejauhmana kita diridhoi Allah adalah sebesar apa peranan kita dalam turut serta menegakkan Islam di muka bumi ini.
Wallahau'alam

Friday, July 11, 2003

Hijrah: Sebuah Pola Perjuangan

Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada hijrah setelah fath (dibukanya kota Mekkah) tetapi yang ada adalah jihad dan niat" (HR Bukhari dan Muslim)
Umar bin Khaththab yang menjadikan momentum hijrah menjadi awal dari tahun Islam, sadar betul bahwa hijrah adalah satu peristiwa yang besar tidak saja bagi sejarah Islam tetapi bahkan bagi sejarah manusia secara keseluruhan, baik secara lahiriyah ataupun maknawiyah.

Dengan hijrah terbentuklah Darul Islam (Islamic city-state) di Madinah dan kaum muslimin mempunyai negara sendiri. Dengan hijrah pula kaum muslimin dianggap sebagai satu umat dan dapat membentuk spesifikasi karakternya yang sangat unik. Dan setelah hijrah, barulah turun ayat-ayat al-Quran yang membawa perintah kewajiban dan tatanan hukum formal bagi kaum muslimin. Karena itu momentum hijrah pada esensinya adalah titik perubahan dan transformasi yang sangat penting dalam kehidupan muslim dan sejarah Islam. Transformasi dari realita nafsi-nafsi (sendiri-sendiri) tanpa ukhuwah kepada eksistensi integritas umatan wahidah (umat yang integral) dengan akidah, ibadah dan akhlaknya. Maka hijrah sebenarnya adalah konsep perubahan, reformasi dan transformasi diri dan masyarakat dalam Islam.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: Apa yang di maksud hadits diatas bahwa hijrah tidak lagi menjadi kewajiban bagi muslim setelah kota Mekkah dibuka oleh Rasulullah saw dan para sahabat?
Secara etimologi hijrah memang berarti pindah dari satu tempat ke tempat lain, seperti pindahannya sebagian sahabat Rasulullah saw dari Mekkah ke Habasyah atau dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan secara terminologi, hijrah bisa dibagi menjadi tiga macam. Pertama, Hijrah Makani, yaitu pindah dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman; dari darul-kufri ke darul-iman; atau karena alasan-alasan lain. Seperti hijrah Rasulullah saw dan para sahabat Rasulullah saw dari kota Mekkah ke kota Madinah. Perpindahan ini tidak dapat begitu saja kita namakan migrasi, karena hijrah harus dilakukan dengan knya yang dia dapatkan adalah apa yang ia niatkan" (HR. Bukhori dan Muslim) .....to be...continue

Wednesday, July 09, 2003

Awalilah setiap segala aktifitas dengan membaca Basmallah dan akhiri dengan Hamdallah.
Keadaan hamba ini hanya ada empat macam: Nikmat, bala, taat dan maksiat. Maka jika ada di dalam nikmat, kewajipan hamba adalah bersyukur kepada Allah dan jika menerima bala harus sabar. Dan jika dapat melakukan ketaatan harus merasa mendapat taufik hidayat dari Allah. Dan bila tergelincir dalam dosa maksiat, maka harus membaca istighfar

Abul -Abbas Al Masri

Allah mengasihani kaum yang menganggap dunia sebagai barang simpanan. Lalu mereka menyerahkannya kepada orang yang sanggup memegang amanah mereka terhadap barang simpanan tersebut. Kemudian, mereka merasa senang dengan ringannya beban

Al-Hassan Al-Bashri

Ada empat hal yang dapat mengangkat seseorang kepada darjat yang tertinggi, walaupun amal dan ibadahnya sedikit, iaitu sifat-sifat penyantun, merendah diri, pemurah dan budi pekerti yang baik. Itulah kesempurnaan iman

Abul Qasim Al-Junaid