Friday, November 14, 2003

Kematian Cinta Sejati Adalah Awal Keabadiannya

benycasanova , www.planetmusic.4t.com

Cinta menulis surat ghaibnya untuk ku dan ia menulis syair-syair indah, gambaran mata hatinya:

"Saat cinta berkunjung ,aku tak tahu harus berbuat apa....

Dialah si-Jiwa misterius , yang terus menghantui dan selalu bernyanyi bagi jiwa sepiku...

Ia setia melantunkan senandung surgawi didepan pintu jiwaku....walau dia tahu pintu itu takkan kubuka untuknya...dengan ketulusan hati....ia membacakan syair cantiknya sebelum ku tertidur...

'Wahai Mahadewaku...syair-syair cinta telah pergi dan berlalu dari jendela kamarku. Tapi aku masih tak tahu apa sesungguhnya cinta itu.'

"Ketika kau datang membawakan sekuntum bunga, aku kira itulah cinta. Ternyata salah. Aku rasa kau hanya bermaksud menitipkan sekuntum mawar yang terjatuh dari sepeda seorang penjual bunga yang lewat didepanmu.'

'Dari kebingunganku itu....aku ingin engkau percaya-bahwa dirimu tetap tinggal dihatiku...aku tak dapat begitu saja memusnahkan kau dari jiwaku...kau telah menggengam hatiku, dan engkau telah menenggelamkan perasaanku dilautan yang tak bertepi dan tak berbatas...'

Duhai Mahadewaku....dirimu selalu kukenang .... wujudmu tetaplah abadi.....walau engkau tahu hati ini telah tertambat dengan hati yang lain.....kuharap engkau takkan pernah kecewa, maka maafkanlah aku dan selamilah nestapa cintaku, dapatkah kau rasakan perasaan seorang gadis yang terperangkap dari seorang lelaki yang mengasihi dan lelaki lain yang mencintainya?! ......'

"Duhai pelangi....kadang-kadang aku mengharap jendela kamar ini ditebali dan diselubungi debu pekat agar cahaya mataku tak terlihat orang-orang yang melintas didepannya....Aku tak ingin menciptakan luka pada setiap jiwa-yang ingin sekedar mampir menghampiri jendela itu, seraya mengulurkan sesuatu yang membesarkan hatiku, tanpa tersadar aku telah memulai menghiasi matahatinya dengan kekecewaan....dengan lirih dan suara yang bergetar kuharap semilir angin akan mengabarkan semua rahasia hatiku padamu....."

Dari kastil yang berselimutkan kegelapan...terlihat sesosok penyair muda sedang meratap dari sebuah dinding megah yang dipenuhi puisi -perlahan dinding-dinding megah itu terbakar dalam kobaran bara api asmara...dia merentangkan tangannya , dan berteriak sekeras-kerasnya dari setiap ruh kelam yang mengelilinginya , tubuhnya terjatuh lunglai diatas abu kertas kehampaannya, dibiarkan olehnya sukma agung melayang-layang mencari separuh jiwanya yang hilang......

Dengan jemari gemetar dan lemah, sang penyair meraih pena lalu ia membalas surat itu....

"Duhai Mahadewiku...dikeramangan ini...bersama ribuan lilin jiwaku terbakar perih.....aku sangat kesepian.....berabad-abad aku hidup diatas atap kastil ini, tanpa sebuah pemahaman- melakukan apa atau menunggu siapa.....kini racun itu telah mengalir dan menyebar dalam darahku, aku merasakan lumpuh yang sebenarnya lumpuh....tubuhku terkapar diatas abu pembaringanku sendiri....aku tak dapat meggapai kembali bayngan ganjil serta inspirasiku itu, dan kini mataku menjadi buta, aku tak dapat membaca lagi , serta menggenggam lembaran puisi yang pernah tercipta itu...'

"Kini semuanya sedang terbakar, bunga-bunga api telah memandikan tubuhku yang tergolek lemah diatasnya....dari kobaran api dan kepungan asap yang membalut ragaku, aku tetap mencoba menulis kata-kata terakhir untukmu, kutoreh dan kutulis diatas kulit ariku yang melepuh dan terbakar '.....

"Seandainya kabut hitam telah menutup matamu sehingga dirimu tak mengetahui diriku yang sedang meregang nyawa diruang kehampaanku ini, setidaknya langit telah mendengar serta mengukir kisah sedihku ini , dan telah kutitipkan senyum serta kerlip terakhir untukmu pada bulan dan bintang.... Secepat mungkin kutuangkan segala , sebelum aku binasa dan runtuh bersama mahkota duriku ini dan kuyakin senandung malam akan mengabarkan semuanya kepadamu....kisah seorang pujangga pencari cinta sejati...dari jemariku yang terbakar dan luka yang tersayat -kukembali menulis rintihan suara hati...."

" Duhai kekasih hati , ..."

"Aku mendamba kala kelopak mataku terbuka kuingin kau disana , duduk disampingku seraya membawakan senyum dan setangkup rindu...."

" Hanya untukmu seorang , seluruh kerinduanku , mimpi-mimpiku , tangis - tawaku, syair -syair dan doaku - kubingkai dalam lautan bahtera jiwa...karena engkaulah lautan tempat segala bahtera keinginan bermuara.

Kini hatiku telah binasa , luluh lantak bersama istana kebesaranku...."

" Dari puing-puing kehancuranku aku menceritakan padamu , dikala ku mencintaimu dengan sepenuh hati, hatiku telah menciptakan kedalaman samudera yang nyaris sama dengan kedalaman jiwa."

Engkaulah inspirasi bagi seekor merpati untuk berani melintasi awan putih guna menjemput kekasih impian.

Apakah cintamu masih bersemayam dalah sanubariku ?!....atau rasa sakit itu semakin lama semakin mengaburkan rasa cintaku darimu?!".....

Tidak !...Aku tetap mencintai dan setia menunggumu hingga ajal menjemputku!....

Aku tetap menyakini sesuatu yang hidup didalam raga ini adalah cinta sejati.

Engkaulah yang menghadirkan cinta dalam hatiku, dan menjadikanku sebagai tawanannya.

Hanya engkau seorang dan satu-satunya Dewi cinta yang memahami - rahasia malam dan siang jiwaku...

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan hari ini , tanpa kehadiranmu disisiku...

Engkaulah Mahadewi tercantik dan termegah yang pernah kutaklukkan,

Kau tak seperti "Dewi-dewi" yang lain , yang singgah diistana jiwa ku , hanya untuk menikmati pijar mataku beberapa menit sebelum meraka pergi.

Ketika istanaku tertutup ilalang yang lebat dan nyaris tertelan bumi ,aku terpaksa menyanyikan senandung dan elegi cinta dengan keras membahana- berharap kelak ada sebuah pancaran matahati yang mengetahui keberadaanku disini, kemudian mengangkat jiwaku dari kegelapanku yang tak bertepi dan berdasar.....

Dan ternyata engkaulah - seseorang yang mengetahuinya.

Kau yang menghias istanaku dengan warna indahmu , kau yang bersihkan istanaku dengan hujan berkah yang turun dari kesucian langit....

Engkaulah yang mengelap kaca pekatku, hingga jendela kastilku kembali bening,

Kau singkapkan ilalang dari istanaku dengan kelembutan jemari-jemari cintamu yang berapi, lalu kau hidupkan beragam bunga diladang-ladangnya....

Bahkan kau telah bukakan pintu yang dulu kututup rapat, untuk melewatinya dan......tiba-tiba kita sudah bergenggaman tangan .....

"Duhai cinta, aku menginginkan dirimu sebagai matahari yang menyapa hangat relung jiwaku.....Engkaulah mata air kerinduanku , yang dengan kesegerannya telah cukup menghilangkan dahaga jiwaku"

" Aku berjanji akan meletakkan jiwamu diantara keterjagaanku yang satu dengan keterjagaan yang lain,

Digelap dan diterangku - jiwamu akan kusandingkan,

Dari setiap mata hati yang melihat dan menyapa dirimu -parasmu kuhias dan kuletakkan sebagai cerminan mata hati , karena kita telah sama-sama belajar menjadikan hati sebagai cermin,

Setiap pagi aku membukanya ...berharap kicauan pipit mengabarkan hikmah perjalanan kisah-kasih abadi kita - kepada setiap jiwa yang melintas "

Perlahan api dalam kastil semakin berkobar....terlihat kedua mata kaki sang pujangga telah terluka terbakar bara api...dengan lirih serta menahan sakit yang teramat, ia kembali menuliskan kisah kasihnya.....

' Airmataku mengalir jernih dari kelopak jiwa , seakan menyambut cengkeraman kuku-kuku maut, hanya sempat kurasakan dari ketidak-sadaranku kedua tanganku membentang seolah ingin menggapai langit...."

Sorot mataku tajam , sekan menembus atap kastil...

" Duhai matahari bakarlah gelora cinta dalam diriku....bakarlah hingga mengabu serta tertiup angin nan kelam !......"

" Angkatlah aku wahai kematian dari siksa ketersendirianku yang amat mencekam ! ..."

" Wahai maut , bidadari cantik pendamping hari akhirku ! ...Kudapati setiap merpati datang -kembali pergi, dan aku sendiri lagi....Dimanakah kekasihku , wahai maut yang lembut !...yang akan menerangi dan menjadikan pelita bagi tiap jejak langkahku?!...."

"Luka ini telah mengoyak bathinku, darah mengalir deras dari ruang biliknya....kini rasa cinta yang membawa ruhku terbang mengembara lepas , tak lagi berdiam di dalam kastil jiwaku ..."

" Kini aku bagaikan ulat-ulat yang hidup dari seonggok mayat , aku tak dapat lagi mencium keharuman bunga serta keindahannya !"......

"Jasadku terbujur layu dan terbakar....jiwaku memelas meninggalkan raga penyair muda itu...."

" Dengan hening , jemari maut mengangkat perlahan-lahan ruhku hingga terlepas dari raga, ruhku pun melayang-layang meninggalkan jasad yang ada didepannya , ingin kusentuh wajahnya untuk terakhir kali, namun apa dayaku -ku tak dapat merasakan kelembutan bibirnya, yang kini tersisa hanyalah asap duka dan bara api kesia-siaan....."

Tiba-tiba saja hujan datang dengan goresan kilat yang bergemuruh...kini semua telah sia-sia....hujan tak mampu lagi memadamkan api....praaahara dan badai telah meruntuhkan mahkota duri dan istana jiwa nya- yang kini menyatu dalam pelukan bumi

Tinggalah rintik-rintik hujan , diam menyenandungkan airmata kesedihan....

Malam berganti siang...siang berganti malam....abu jenazahnya perlahan-lahan hilang tersapu angin....

Angin bergolak mengabarkan cerita duka, tentang kematian seorang pujangga cinta , hembusannya mengalir kencang hingga pelosok negeri....

Tersadarlah para pengagung cinta dari keterjagaan mereka , kini telah kehilangan untuk selamanya sebuah "Lentera" yang mengajarkan mereka perihal hakikat cinta sejati...

Dibangunnya tugu peringatan diatas reruntuhan kastil tempat pembaringan abadi sang penyair....

Beragam muda-mudi setiap tahun merayakan indahnya cinta dan kasih sayang, diatas reruntuhan kastil itu .....berharap cintanya selamanya abadi ....

" Oh, betapa ironi dan malangnya nasib cinta sejati itu......diatas puing-puing kehancurannya sendiri , beragam wujud cinta sedang bersemi....dan guratan-guratan waktu telah membuktikan : Kematian cinta sejati adalah awal keabadiannya

Tuesday, November 11, 2003

Tiada hari tanpa penantian akan Rahmat-Mu ya Rabb
Tiada hari tanpa kerinduan akan bertemu dengan wajah-Mu ya Rabb
Tiada hari tanpa harapan akan ridha dan maghfirah-Mu ya Rabb

Friday, November 07, 2003

KEBAHAGIAAN 2



Untuk meraih kebahagian, Islam memerintahkan untuk melepaskan dunia dari hatinya, bukan dari tangannya. Artinya, bagi seorang Muslim, dunia harus dijauhi oleh hati dari kecenderungan untuk mencintainya. Tapi Islam memperbolehkan untuk memiliki harta sebanyak-banyaknya, sebagai alat pengabdian kepada Allah (swt), karena setiap ibadah kepada Allah lebih sering memerlukan pengorbanan badan dengan ritual yang melelahkan dan hati yang rela mengeluarkan harta miliknya. Sikap demikian ini dalam ilmu tasawuf disebut "zuhud". Imam Junaidi al-Baghdadi menegaskan, bahwa zuhud adalah meletakkan dunia dan isinya di telapak tangannya, bukan dalam hatinya. Harta untuk dimiliki, bukan untuk dicintai. Demikian pula anak dan istri.

Dunia bukanlah tujuan, tapi tempat manusia berbakti kepada Allah dan tempat berbuat sebagai wakil-Nya dimuka bumi. Kelak tujuan akhir adalah akhirat, dimana manusia dapat menikmati puncak kebahagian. Namun, dunia diperlukan, selain sebagai alat pengabdian, untuk dinikmati seperlunya agar tumbuh rasa rindu kepada kampung akhirat. Allah berpesan,"Hidup di dunia ini tidak lain hanyalah suatu kesenangan dan permainan belaka. Sesunggunya kampung akhirat, itulah kehidupan yang sebenarnya jika mereka mengetahui." (Q.S. al-Ankabut : 64).

Di ayat lain,"Tiadalah kehidupan di dunia kecuali permainan dan senda gurau saja. Sesungguhnya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, apakah kamu tidak memikirkannya ?" (Q.S. al-An'am : 32)

Nabi Muhammad (saw) mengajarkan lewat do'a,"Rabbana aatina fiddun-ya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzaban-naar." (Tuhan-ku, berilah kepada hamba-Mu ini kebahagiaan di dunia, dan kebahagian kelak di akhirat, serta jauhkan dari hamba-Mu ini siksa neraka).

Walalhu a'lam.

Rizqon Khamami.

Posted Episode Ramadhan by Guns ^_^

Wednesday, November 05, 2003

Kebahagiaan

Kecil kan?


Alhamdulillah, akhirnya bisa chat lagi, sudah sekian lama gak chat, alangkah bahagianya chat semalam dengan keterbukaan dan keterusterangan, saling menyemangati dan mengerti insya Allah kan senaniasa baik. Walau di dunia maya, tapi bisa dirasakan bahagianya diriku ini, subhanallah.

Saturday, November 01, 2003

Friday, October 31, 2003

Thursday, October 30, 2003

ARTI PENGORBANAN

Apa Arti jihad tanpa pengorbanan
Apa Arti kata-kata tanpa dikatakan
Nabi Ibrahim lambang kejujuran
Hati bercahaya penyuluh zaman

Apa Arti hamba tanpa ketaatan
Apa Arti cinta tanpa pengorbanan
Nabi Ismail contoh tauladan
Sanggup mati untuk Tuhan

Setiap tahun muslimin ke Mekah
Beribadah mengingati sejarah
Berlutut di Baitul Kaabah
Dalam penuh pasrah

Tiada beda derajat
Yang kaya atau melarat
di hadapan Yang Maha Perkasa
Menangislah orang berdosa

Tuesday, October 28, 2003

Sunday, October 26, 2003


Selamat menunaikan ibadah shaum 1424 H, semoga kita mendapatkan rahmat, maghfirah dan barokahnya di bulan yang mulia ini, amiin.
Mohon maaf lahir dan bathin

Thursday, October 23, 2003

IZINKAN AKU KEMBALI

Kealfaanku kini merenggut jiwaku
Membanting sekujur tubuhku ke dalam dimensi hampa
aku terkurung sendiri....
Pesona-pesona itu telah membutakan mata hatiku
menyesakkan dada
Meninggalkan aku sendiri di sudut ketidakpastian
Pada diriku banyak terkumpul noda-noda hitam yang terus berdansa
dengan irama kebodohanku
menggerogoti hatiku,
serta merta membiarkan aku diselimuti kepiluan
Dadaku telah terlalu sesak untuk menderukan nafas kesakitan
Kapan aku kan sadar diri ....?
Mengapa aku selalu bertanya ,
padahal aku jelas tahu jawabannya ??
Apakah diriku akan selamanya alfa ?
Kemudian pada senja hari ,
kan kudapati akar-akar hidupku telah mengeras tua dalam batinku
Lalu ....
Penyesalan akan datang,
ketika batang-batang pohon jiwaku telah mengering ???!!
Rabby....
Ketika gelap dalam cahaya memagut diriku,
meninggalkan bekas-bekas noktah di jiwaku ....
Dunia telah merenggut segala yang kumiliki
Kemudian meninggalkanku
dalam kesendirian yang menyayat hati
mencemoohku,
menertawaiku,
menginjak-injak muruahku...........!!!
Wahai Pemilik Waktu ...
Ramadlan-Mu kembali menyapa semesta
Dihadapan-Mu kuserahkan jiwa dan ragaku
Ya Habibie....
Ku ambil hati
dan kuletakkan diatas tangan ketaatanku pada-Mu
Kan kuhapus semua yang menghalangi itsbatku
Karena rintangan-rintangan yang mempesona itu
adalah perangkap bagi jiwaku
: Yang akan menelantarkan taqarrubku ,
menghapus kualitas keimananku ,
memburamkan jejak pada peta langkahku
Ya Rahman ......
Kan ku jadikan "mahwu"ku sebagai senjata pemusnahnya
Dan kan kubiarkan diriku dalam itsbatnya
Ya Rahiem ....
Sambutlah uluran tangan cinta ini
Tuntun dan bimbinglah aku ke gerbang inabah
Sampai titiknya aku bertemu-Mu
Al-Qudduuus ....
Aku tak tahu nasib diriku di hari esok
Langkahku hari ini menentukan,
apakah aku akan menjemput kesucian
ataukah aku akan semakin membusuk
Aku tak ingin lagi menanti esok tuk berbuat
Karena di penantian terakhir ,
aku mungkin tak dapat lagi berbuat apa-apa
Al-Aziz....
Biarkan cahaya-Mu menyelusup melalui khathir jiwaku
Menyengat imanku kembali
Kan kuisi jiwaku yang kerontang ini
dengan zam-zam ketulusan
Dan ku gapai wiridku dalam kedamaian khalwati
serta kubanjiri telaga hatiku dengan air ruhani
Hanya untuk-Mu Kekasih Abadi ......


Assalamu'alaikum wr. wb.
Alhamdulillah, Bulan yang penuh berkah, rahmat dan maghfiroh sudah ada diambang pintu, beberapa hari lagi kita akan menyambutnya bersama, MARHABAN YA RAMADAN, dalam rangka menyongsong bulan suci ini beriringan dengan moment tersebut Gunawan memohon maaf kepada ikhwan dan akhwat sekalian atas segala kekhilafan dan kealfaan selama ini, semoga di bulan yang penuh keutamaan ini kita semua bisa menjalaninya dengan penuh keimanan dan pengharapan akan rahmat-Nya sehingga kita bisa mnjadi insan yang bertaqwa sebagai tujuan termulia, derajat tertinggi di sisi Allah, Amiin.

Wassalamu'alaium wr. wb.

Monday, October 20, 2003

PANDUAN PUASA RAMADHAN

Oleh: Ustadz Abu Rasyid

I. MASYRU'IYAT DAN MATLAMAT PUASA RAMADHAN.


1. puasa Ramadhan hukumnya Fardu ‘Ain
2. puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan

II. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA

1. Bulan Ramadhan adalah:

- Bulan yang penuh Barakah.
- Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
- Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
- Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
- Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri

2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :

- Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
- Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
- Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah.

III. CARA MENETAPKAN AWAL DAN AKHIR BULAN


Menetapkan awal dan akhir bulan Ramadhan dengan melihat ru'yah, meskipun bersumber dari laporan seseorang, yag penting adil ( dapat dipercaya ).
Jika bulan sabit ( Hilal ) tidak terlihat karena tertutup awan, misalnya, maka bilangan bulan Sya'ban digenapkan menjadi Tiga Puluh hari.
Pada dasarnya ru'yah yang dilihat oleh penduduk di suatu negara, berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini akan berlaku jika Khilafah ' Ala Minhaajinnabiy sudah tegak
Selama khilafah belum tegak, untuk menghindarkan meluasnya perbedaan pendapat ummat Islam tentang hal ini, sebaiknya ummat Islam mengikuti ru'yah yag nampak di negeri masing-masing. ( ini hanya pendapat sebagian ulama).


IV. RUKUN PUASA


Keterangan ayat dan hadit di atas memberi pelajaran kepada kita bahawa rukun puasa Ramadhan adalah sebagai berikut :

a. Berniat sejak malam hari
b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan isteri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari ( Maghrib),

V. YANG DIWAJIBKAN PUASA RAMADHAN.

Yang diwajibkan puasa Ramadhan adalah: setiap orang beriman baik lelaki maupun wanita yang sudah

baligh/dewasa dan sehat akal /sadar.


VI. YANG DILARANG PUASA


Wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.

VII. YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN

- Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :

- Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
- Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.
- Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin).

Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena:

Umurnya sangat tua dan lemah.
- Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
- Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
- Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
- Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan

VIII HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA



Hal-hal yang dapat membatalkan puasa ( Ramadhan ) ialah sbb :

1. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
2. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
3. Pada siang hari terdetik niat untuk berbuka.
4. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin
5. Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib )


IX. HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA.



Bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :

1. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
2. Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.
3. Berbekam pada siang hari.
4. Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.
5. Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.
6. Disuntik di siang hari.
7. Mencicipi makanan asal tidak ditelan

Saturday, October 18, 2003

Nasihat Yang Baik

Sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling mengingatkan, saling menasehati kebenaran dan kesabaran sebagaimana dalam Qur'an surat Al-Ashr, 2-3, dalam ayat tadi alangkah meruginya orang yang tidak saling menasehati.

Hanya yang jadi masalah sekarang adalah Nasehat yang bagaimana yang terkategori nasehat yang baik?

Nasehat adalah menunjukan suatu jalan kepada yang sebenarnya, jika seseorang salah maka benarkan kesalahan itu. Nasehat akan lebih efektif manakala orang yang menasehati dan yang di nasehati dalam posisi sama-sama membutuhkan, karena akan labih toyyib manakala Nasehat itu justru bisa menambah/merubah kondisi orang yang saling menasehati ke arah yang lebih baik, tapi tidak, jika sebaliknya, misal si yang memberi nasehat malah tidak menjadi tambah baik pada dirinya, nah itu yang mesti dipertanyakan? Why??? kenapa?

Ada yang harus dievaluasi kenapa itu bisa terjadi ?
Kalo kembali kepada konsep dasar Ibadah bahwa ibadah yang benar itu minimal ada 3 syarat:
1. Ikhlash tidak musyrik artinya tidak ada tujuan lain selain Allah
2. Bersyari'at sesuai dengan syari'at, berarti ini harus berada dalam dinul Islam, maka aturan-aturan Islam tidak boleh di langgar.
3. Tujuannya adalah ridho Allah, bukan Ridho manusia atau popularitas, riya dlsb.

Nah begitupun kalo Menasehati yang merupakan salah satu wujud Ibadah maka jangan menyalahi ketiga syarat tadi... kalo menyalahi ya itu akibatnya, kalo kita menasehati tidak sesuai syari'at, misalnya, kita niatnya bener, tujuan jelas tapi syari'atnya gak terpenuhi, misal : banyak aturan Islam yang dilanggar nah ini bisa berdampak nasehatnya tidak tergategori baik, malah jadi bumerang, atau si pelaku panasehat tadi tidak sesuai apa yg dia utarakan ketika bernasihat, mungkin ini yang disebut dengan bagaikan Lilin yang menerangi sekelilingnya sementara dianya sendiri ????

Nah jadilah muslim yang baik, istiqomah dalam pendirian dan sikap dan senantiasa menjalankan apa yang diwajibkan, saling menasehatilah terus dalam kebenaran dan kesabaran, jangan sampai putus. wallahu'alam

Monday, October 13, 2003

Ber'safari'.....

Subhanallah....
apa yang harus saya katakan ya? :) hehe... oh iya... pokoknya saya dari hari jum'at sampai senin melakukan "safari" perjalanan ke luar kota.. ehem...

Berangkat ba'da jum'at dari Bandung nyampe di JKT, di Darun najah kurang lebih pukul 10 malam wuihh... capeknya, tapi rasa capek ilang ketika di sambut oleh shohibulbait dan langsung di jamu... syukron ya jamuannya ^_^.

Terus besoknya hari sabtu setelah selesai urusan, berangkat dech ke Banten tepatnya ke tanggerang-serpong beresen amanah euy... dua hari di sana wah seneng juga yach cuaca di sana seger...kayak di Bandung, gak kayak Jakarta panas.... ^_^
Dua hari di banten timbanganku naik dua kilo wach apalagi kalo 10 hari sepuluh kilo dech naiknya jadi ideal tubuhku hehehe... syukron ya bro... atas jamuannya :) kayaknya saya betah dech di sana, kayak keluarga sendiri, itulah makanya saudara se-aqidah bisa lebih dekat daripada saudara se-nasab, indahnya hidup di tengah keluarga yang satu cita-cita li'ilahikalimatillah di muka bumi, dari Ayah, ibu, kakak, ipar dan adik satu ideologi satu visi dan misi, satu sama lain saling mengerti, dan terasa kasih sayang orang tua terhadap anaknya begitulah saya diperlakukan di keluarga di sana...:)

Hari demi hari disuguhi sarapan jasmani dan ruhani, tausyiah senantiasa mengiringi kesempatan selama 2 hari di sana, semangat senantiasa berkobar tak pernah padam, pengingatan terus mengalir bak air sejuk begitu segar terasa ditengah kegersangan hati yang kemarau merindu air hujan.

ya begitulah indahnya hidup dalam satu perjuangan ...
karena hidup adalah perjuangan .... ^_^

Friday, October 10, 2003

Bersepeda

Hari minggu pagi besepeda ke Lembang huihh... asyik bener...
Sudah hampir 6 tahun tak lagi bersepeda Bandung-Lembang, wuih... terasa begitu jauh berbeda dirasakan, dulu tak pernah berhenti tuk menggayuh sepeda sampai lembang tapi sekarang... wach lebih dari lima kali berhenti.... Subhanallah betapa nikmatnya lelah dirasakan setelah bersepeda begitu jauh dan hehe tanjakannya itu man.... membuat hampir tak berdaya... kalo saja sendirian ke sana kayaknya gak sampai tuh ke Lembang namun karena ini bareng sama anak masjid dan kebetulan anak pengajian yang dibina wach malu tuch tuk balik lagi hehe ... tapi subhanallah banyak hikmah yang di rasakan ketika merasakan keletihan, teringat akan jasad ini yang jadi titipan-Nya yang punya hak juga tuk di jaga dan dipelihara termasuk daya tahan tubuh dan kekuatannya ketika inget masa dulu yang kuat sampai puncak tanpa henti dengan jarak waktu tempuh kurang dari satu jam, namun sekarang dah lima kali berhenti dan waktu yang begitu lama dari pukul 8 pagi berangkat nyampa puncak/tempat istirahat 10.30 wach lama amat untung aja anak binaan sabar nunggu diatas karena mereka memang pergi duluan setelah menunggu beberapa berhenti karene menunggu, ya di anjurkan untuk duluan gak usah menunggu nanti aja di tempat finish menunggunya, dikala itu terasa begitu penting dan memang sudah menjadi kewajiban tuk menjaga jasad ini yang merupakan salah satu potensi dasar manusia yang Allah berikan kepada kita selain aqliyah dan qolbiyah maka jasadiyah ini menjadi salah satu terpenting yang mempunya hak juga tuk dipenuhi kebutuhannya. Kalo Aqliyah itu dengan Ilmu, wawasan juga pengetahuan, dan Qolbiyah dengan dzikrullah, hiburan hati, dan taqarub dalam pemenuhan kebutuhannya, maka Jasadiyah dengan makan makanan bergizi, olah raga dan beramal yang baik juga istirahat secukupnya sehingga stabil, seimbang atau tawazun.

so... yuk ah berolahraga terus yang teratur buat jaga kondisi fisik sebagai amanah juga yang diberikan kepada kita, sehingga kita menjadi insan yang sehat kuat dan dicintai Allah, karena Allah lebih menyukai mukmin yang kuat dari pada mukmin yang lemah, wallahu'alam.. ^_^

Sunday, October 05, 2003

ISLAM BUKAN PERMAINAN

Islam adalah jalan hidup bukan sekedar angan² yang jika melakukan begini akan begini, bukan Try and error tapi sebuah kepastian, mutlak, hakiki. Jika ada yang coba² melakukan terobosan dalam Islam yang sifatnya coba-coba padahal ketentuannya sudah ada dan jelas, maka orang ini di sebut dalam al-Qur'an adalah mempermainkan Agama/Din. Dan Allah benci Karakter seperti ini. WALLAHU'ALAM.

Friday, September 19, 2003

KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA'AH

Shalat jamaah sangat tinggi nilainya dan sangat besar pahalanya. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w. bersabda "Shalat Jamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibanding shalat sendiri" (H.R. Bukhari Muslim dll.).

Dalam riwayat lain dikatakan lebih utama dua puluh lima kali dibanding shalat fardlu.

Dalam sebuah hadist juga Rasulullah bersabda "Karuniailah mereka yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan sinar yang sempurna di hari kiamat" (H.R. Abu Dawud & Trimidzi).

Dalam riwayat Utsman Rasulullah s.a.w. bersabda "Barang siapa shalat Isya' dengan berjamaah, maka ia seperti mendirikan shalat selama setengah malam, barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka ia laksana shalat semalam suntuk" (H.R. Muslim dll.)

Hukum shalat Jamaah menurut mazhab Syafi'i : Fardlu kifayah, yaitu apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakn dosa.

Mazhab Hanbali bahkan mengatakan shalat jamaah adalah fardlu ain, wajib bagi setiap muslim, karena kuat dan banyaknya dalil yang memerintahkan shalat jamaah. Mazhab Hanafi dan Maliki mengatakan shalat jamaah selain shalat jum'ah hukumnya sunnah mu'akkadah.

Memang, utamanya shalat fardlu dilakukan secara berjamaah di masjid. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda "Wahai umatku, shalatlah di rumah-rumah kalian, karena yang paling utama shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardlu" (H.R. Bukhari Muslim).

Mereka yang menemukan takbiratul ihram bersama imam dalam shalat fardlu sangat besar pahalanya, seperti dalam sebuah hadist dikatakan "Barang siapa mendirikan shalat selama 40 hari dengan berjamaah, dengan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dibebaskan dari dua perkara, yaitu dari neraka dan dari kemunafikan" (H.R. Tirmidzi).

Semakin banyak jumlah peserta jamaah, semakin utama pula pahala jamaah, sebagaimana sebuah hadist menjelaskan "Shalat seseorang bersama seorang lebih utama dari shalat sendiri, dan shalat bersama dua orang lebih utama dari shalat bersama seorang, semakin banyak mereka berjamaah semakin dicintai Allah" (H.R. Ahmad, Abu Dawud).

Tentu shalat jamaah di masjid lebih banyak jamaahnya dibandingkan dengan di rumah. Hanya saja kalau repot, shalat berjamaah di rumah juga tetap sah, apalagi dengan tujuan agar isteri bisa ikut berjamaah. Bila suasana longgar dan tidak merepotkan, kita bisa bersama-sama isteri dan keluraga ke masjid ikut berjamaah. Sebaliknya bila kondisi tidak mendukung kita cukup berjamaah di rumah, pahalanya, insya Allah sama, 27 kali lebih utama dibanding shalat sendiri, hanya beda kualitasnya.

Insya Allah dengan begitu kita juga akan merasakan dua kenikmatan sekaligus, yaitu kenikmatan merasakan masjid sebagai rumah kita dan kenikmatan merasakan rumah kuta sebagai masjid.
Wallahu a'lam bishshowab.

Tuesday, September 16, 2003

OMDO

Baru aku merasakan klimaksnya kebencianku kepada yang "omdo"
Benci Sekali....
Kata²nya bak racun yang ganas
Ucapannya manis tapi sebenarnya Pahit tak tertahankan

Kenapa ada yang Omdo ya ?

Hei saudara/i kepercyaan itu bukan di buat oleh kata²
tapi dihasilkan dari sebuah amal perbuatan

Jangan Omdo-lah

No action talk Only (Nato)

Pantas Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ash-Shaff ayat 2-3 yang artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.



Monday, September 15, 2003

Kata-Kata

Kata-kata yang pasti hanya satu kali diucapkan dengan tegas
Kata-kata yang diulang-ulang walaupun untuk memastikan biasanya tak jelas

Kenapa?

Hati yang bersih biasanya pikirannyapun akan jernih
Ketika pikiran jernih maka apa yang diucapkan sudah terukur & terarah

Namun jika hati sudah ternodai atau kotor khilaflah yang diucapkannya
Maka kata-katanya sudah tak bermakna dan berbobot lagi, hampa tak ada nilai

Hati adalah jiwanya jasad ini
Jika hati lemah maka lemahlah kita

Jauhi dari hal-hal yang membuat jiwa kita lemah
Hindari berandai-andai
Hindari azwaj
Hindari melakukan hal² yang sia²

Perbanyak dzikir
Perbanyak istighfar
Giatkan kinerja jangan malas
Gapai cita-cita dengan kerja keras