Thursday, January 05, 2012

Cerita seputar kita

Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater utk konsultasi. Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak lagi bermakna.

Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor...
“Saya minta Anni utk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan. Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja.”

Anni duduk di kursi & bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker. Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk. Saya tak punya siapa pun. Tak ada yg tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri.

Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yg langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong & mengusapkan badannya ke kaki saya. Utk pertama kalinya dlm bulan itu, saya bisa tersenyum.

Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu utk orang lain bisa membuat saya bahagia.

Jadi, hari berikutnya, saya buat kue & bawa ke tetangga yg sakit, yg terbaring di ranjang & tak bisa bangun.

Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yg baik pada seseorang. Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

Hari ini, rasanya tak ada org yg bisa makan lahap & tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan kegembiraan pada org lain,” kata Anni.

Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis. Ia punya segala sesuatu yg bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yg tak bisa dibeli uang.

Syukur adalah magnet keberkahan. Bersyukurlah atas apa yg telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan.

Jangan cari kesempurnaan tapi sempurnakan yg telah ada.

Jangan fokus pada apa yg hilang, berfokuslah pada apa yg masih dimiliki.....

Selamat menikmati hidup yg bermakna & berbahagia.

Salam Sukses.... Luar Biasa ^_^

Monday, May 17, 2010

Pribadi Yang Disukai

10 KUALITAS PRIBADI YANG DISUKAI

1. Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada,pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Orang yang "Easy Going" menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.

10. Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Sunday, October 24, 2004

Aku ingin menciumu ibu

"dari seorang anak perempuan kepada ibunya"

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku 'dipaksa' membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu.
Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat
saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do'a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

Monday, March 01, 2004

RIHLAH

RIHLAH 29 Pebruari 2004
di Adakan oleh KCMyQ Bandung (komunitas Chatter MyQuran Bandung - server Webnet) di Situ Lembang Bandung

Yang Hadir :
Gunawan dari Bandung
Sam2 Usama (airfoil777) dari Bandung
Lukman (aladin) dari Bandung
Heri dari bandung
Nobelia C (AisyahPutri^_^) dari Bandung
Teni Indah S (green_sinai) dari Bandung (walaupun hanya breefing aja di UPI)
Mangdin (Samsudin) dari Jakarta
Edhipur (mas Edi) dari jakarta
Nurjanah dari Jakarta


Acara :
~ Rihlah
~ Riyadhoh
~ Muhasabah/evaluasi & sedikit Taujih
~ Ramah tamah
~ Poto-poto

Kesan:
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar ...
Itu kiranya yang bisa Kami ungkapkan selama perjalanan/RIHLAH ke Situ Lembang, walaupun sayang tidak banyak yang ikut, but justru dengan hanya 8 orang kami lebih merasakan makna perjalanan ini. Karena tidk menjamin banyakan bisa lebih bermakna.

Intermezzo:
Banyak hal-hal terjadi selama perjalanan, ternyaya kami bisa lebih saling mengenal satu dengan yang lainnya kalo sudah di alam terbuka, dan lucunya ada yang takut sama ulet bulu :)) tappi sssssssssssttttttttttt ini rahasia ya?
kami lebih akrab ternyata kalo sudah ada di alam bebas di mana kamuflase diri sudah tak terhijab lagi kami bisa saling tafahum dan subhanallah begitu indanhnya ukhuwah padahal walaupun kami baru ketemu sekali, terutama ana dengan mang din dan edhipur tapi kami seperti yg sudah lama ketemu.:)
Pas Awal pemberangkatan kita lewat vila2 wach begitu indanya dan kami poto2 di sana loh lihat aja nanti ya? kalo dach jadi:)

Makan-makan (ramah tamah)
Tahu gak sih loh...(hehe:D kayak iklan aja) kita makan2di pinggir situ lembang sambil menikmati indahnya alam kita juga menikmati makan siang yang dach dari selama perjalan diprotes terus tuk istirahat makan.
but subhanallah nikamtanya, Alhamdulillah...:)
ini juga ada potonya entar ya?:)

lalu... pas pulang kita berlomba dengan hujan takut ke hujanan al hasil kami saling ngebut, alias riyadhoh disini bari kelihatan sejauh mana kualitas diri kita, konon katanya kuatnya jasad kita dikarena jiwa ini yg kuat. karena Allahlah yang dapat menguatkan kita.

banyak dech yg mau di ceritain tapi...
keterbatasan ana nih dlammenulis af1...
yang jelas ntar lihat di dokumentasi/foto2nya ya?

wuihhh masih pegel² nih maklum dach lama gak Rihlah seperti ini, :)

Wednesday, February 18, 2004

DARI BENING AKAL KE BENING HATI

Ada sebuah pertanyaan yang kritis dan menantang dari kaum materialis (sebuah kaum yang mengagungkan/ melihat hasil akhir, kurang lebih seperti itu red) kepada kaum beragama. Mereka menyatakan bahwa Tuhan itu tidak mungkin ada karena menurut mereka itu tidak masuk akal, tidak bisa dilihat, tidak bisa didengar atau dicerna secara pemikiran. Atas pertanyaan dan pernyataan mereka itu Al-quran telah menantang kaum mujadilun tersebut dengan ayat-ayat seperti Q.S. 16:125 : " serulah manusia kepada jalan Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik . sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" Nah, yang menjadi pertanyaan bagi kita bagaimana kita bisa sampai pada daya dan kekuatan untuk memahami adanya sang Kholiq? Karena bagi sebagian orang dengan pernyataan kaum materialis tadi akan berfikir "….wah enya..nya!…" jika sudah sampai pada perkataan itu bisa sangat berbahaya untuk kesehatan jiwa kita. Perhatikan, apakah anda bisa melihat Allah? Tidak kan? Apakah anda bisa mendengar Allah? Tidak jugakan? Bagaimana dengan pemikiran anda? Mmm..rumitkan? Lalu apakah mereka benar? Tidak sahabat, mereka salah!! Karena mereka tidak melihat Allah dengan hatinya karena mereka juga tidak mendengasr Allah dengan jiwa nya mereka pun mencerna keberadaan Allah dengan adat kebiasaan manusia tidak dengan Akal (Nurul latifun ruhaniun Rabbaniun,red) "mereka itulah yang ahti mata dan pendengarannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai" (Q.S. 16:108)

Untuk menjawab pertanyaan tadi, kita harus mempelajari ilmu yang paling mendasar dalam islam, yakni : ilmu Aqidah. Aqidah adalah ilmu ma'rifat untuk mengenal lebih dalam akan Allah dan Rosul-Nya. Aqidah merupakan pedoman dasar (al-asas) dalam bangunan islam. Oleh karena itu para ulama sangat keras dan hati-hati dalam membahas dan membahasakan aqidah ini karena kesalahpahaman terhadap aqidah akan menyebabkan kefatalan dalam keimanan. Dilihat dari segi pengertiannya atau definisi Aqidah adalah ikatan yang kuat seorang hamba dengan Tuhannya yang lahir dari suatu perjanjian yang sungguh-sungguh dan menuntut adanya pelaksanaan, dipentingkan dan dipelihara dan ditujukan hanya kepada Alloh semata. Seperti tersirat dalam Q.S 9 : 24 "katakanlah, 'jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum kerabat mu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah, Rosul dan dari berjihad dijalan-Nya maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya'. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang pasik".

Manusia, makhluk tersempurna yang diciptakan Allah (Q.s. 95:4) telah diberikan alat untuk menghantarkan keimanan yang haqiqi. Alat itu berupa potensi internal yaitu sama, bashar dan qolb. Manusiamempunyai nilai lebih dari pada binatang karena denghan pemberdayaan sama dan basharny, akalnya dapat berfungsi dengan baik. Perlu juga kita ketahui bahwasanya akal kita terbagi atas dua bagianyaitu:
1. Akal thobi'I yaitu akal yang mempunyai daya kemampuan untuk menghasilkan tujuannya, tapi tidak dapat mengerti terhadap adanya sang Wajibul Wujud (Allah)
2. Akal ghorizi yaitu akal yang mempunyai daya kekuatan untu mengerti kepada adanya Allah.
Keyakinan yang mantap akan sesuatu mempunyai proses dari penangkapan objek (al-hisi wal histaro), pendeskripsian (al-khoyaliah), pemahaman (wohmiyah), penyimpanan (al-hafizu). Dalam hal ini para mutakalimin menyatakan bahwa untuk mencapai 'itiqod bil qolb seorang mukalaf (orang yang telah sempurna akalnya) harus ber'itiqod bil aqli terlebih dahulu, Artinya, untuk bisa mencapai tingkatan penyerahan hati yang sempurna terhadap Allah. Hati yang basah dengan kata lain bening hati maka seseorang itu harus mengetahui (memahami) secara teori terlebih dahulu. Sebagai satu ilustrasi sederhana, bagaimana kita yakin objek A jika kita tidak mengetahui secara akurat objek A tersebut. Jadi 'itikod bil qolb akan sangat berbahaya bila hal yang kita yakini belum ter-tanjih (tersucikan) atau tidak sesuai dengan informasi dari Alloh dan rosul-Nya. Al-quran mengingatkan kita untuk tidak berbertaqlid dalam keimanan. "dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban"., tetapi keimanan harus dinamis menuju keimanan yang lebih dalam dengan ditopang bukti-bukti (dalil-dalil) atau keterangan-keterangan yang kuat dan akurat yang bisa diyakini bukan hanya sekedar dugaan-dugaan semata. Bahkan seorang umar sekalipun pernah ditegur oleh Rosulullah ketika Umar meniru apa yang dilakukan Rosulullah begitu saja tanpa bertanya terlebih dahulu. Kesalahan mengidentifikasi objek (seperti contoh :A) akan mengakibatkan kesalahan yang fatal. Dalam Q.S 29:21 Allah mencontohkan : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menggerakkan matahari dan bulan niscaya mereka akan menjawab "Allah". Secara jelas mereka mengakui Alloh lah yang menciptakan tetapi dalam kehidupan sehari hari antara pengetahuan mereka tentang Alloh dan rosul tidak sesuai dengan realita keseharian. Mereka cenderung untuk mengikuti aturan-aturan nenek moyang (Q.S. 2 :170)

Dalam sebuah bukunya DR. Yusuf Qordhowi (Menghidupkan manusia Rabbaniah dan ilmiah, 1995) menulis.
" para ulama akal sebagai penyebab taklif, inti pahala dan siksa, mereka juga menetapkan bahwa akal merupakjan dasar naql, sebab jika keberadaan Allah tidak dikuatkan akal dan kebenaran nabi tidak dikuatkan dengan akal maka wahyupun tidak akan dikuatkan oleh akal…"
berangkat dari sini para peneliti dari kalangan ulama islam menetapkan, bahwa iman orang yang bertaqlid secara utuh tidak akan diterima. Sebab dia melandaskan imannya kepada keterangan penguat, tidak didasarkan kepada hujjah yang nyata dan hanya kepada taqlid semat".
Akhirul kalam, maka sudah menjadi kewajiban setiap muslim yang mukallaf untuk mendaya gunakan akal dan hati yang telah diberikan Allah kepada kita semua untuk mencapai iman yang tertinggi yakni iman haqiqotul hoqiqot. Adrie M. S (ketum FKII, forum kajian islam ilmiah)
Dari bening akal ke bening hati

Ada sebuah pertanyaan yang kritis dan menantang dari kaum materialis (sebuah kaum yang mengagungkan/ melihat hasil akhir, kurang lebih seperti itu red) kepada kaum beragama. Mereka menyatakan bahwa Tuhan itu tidak mungkin ada karena menurut mereka itu tidak masuk akal, tidak bisa dilihat, tidak bisa didengar atau dicerna secara pemikiran. Atas pertanyaan dan pernyataan mereka itu Al-quran telah menantang kaum mujadilun tersebut dengan ayat-ayat seperti Q.S. 16:125 : " serulah manusia kepada jalan Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik . sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" Nah, yang menjadi pertanyaan bagi kita bagaimana kita bisa sampai pada daya dan kekuatan untuk memahami adanya sang Kholiq? Karena bagi sebagian orang dengan pernyataan kaum materialis tadi akan berfikir "….wah enya..nya!…" jika sudah sampai pada perkataan itu bisa sangat berbahaya untuk kesehatan jiwa kita. Perhatikan, apakah anda bisa melihat Allah? Tidak kan? Apakah anda bisa mendengar Allah? Tidak jugakan? Bagaimana dengan pemikiran anda? Mmm..rumitkan? Lalu apakah mereka benar? Tidak sahabat, mereka salah!! Karena mereka tidak melihat Allah dengan hatinya karena mereka juga tidak mendengasr Allah dengan jiwa nya mereka pun mencerna keberadaan Allah dengan adat kebiasaan manusia tidak dengan Akal (Nurul latifun ruhaniun Rabbaniun,red) "mereka itulah yang ahti mata dan pendengarannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai" (Q.S. 16:108)

Untuk menjawab pertanyaan tadi, kita harus mempelajari ilmu yang paling mendasar dalam islam, yakni : ilmu Aqidah. Aqidah adalah ilmu ma'rifat untuk mengenal lebih dalam akan Allah dan Rosul-Nya. Aqidah merupakan pedoman dasar (al-asas) dalam bangunan islam. Oleh karena itu para ulama sangat keras dan hati-hati dalam membahas dan membahasakan aqidah ini karena kesalahpahaman terhadap aqidah akan menyebabkan kefatalan dalam keimanan. Dilihat dari segi pengertiannya atau definisi Aqidah adalah ikatan yang kuat seorang hamba dengan Tuhannya yang lahir dari suatu perjanjian yang sungguh-sungguh dan menuntut adanya pelaksanaan, dipentingkan dan dipelihara dan ditujukan hanya kepada Alloh semata. Seperti tersirat dalam Q.S 9 : 24 "katakanlah, 'jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum kerabat mu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah, Rosul dan dari berjihad dijalan-Nya maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya'. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang pasik".

Manusia, makhluk tersempurna yang diciptakan Allah (Q.s. 95:4) telah diberikan alat untuk menghantarkan keimanan yang haqiqi. Alat itu berupa potensi internal yaitu sama, bashar dan qolb. Manusiamempunyai nilai lebih dari pada binatang karena denghan pemberdayaan sama dan basharny, akalnya dapat berfungsi dengan baik. Perlu juga kita ketahui bahwasanya akal kita terbagi atas dua bagianyaitu:
1. Akal thobi'I yaitu akal yang mempunyai daya kemampuan untuk menghasilkan tujuannya, tapi tidak dapat mengerti terhadap adanya sang Wajibul Wujud (Allah)
2. Akal ghorizi yaitu akal yang mempunyai daya kekuatan untu mengerti kepada adanya Allah.
Keyakinan yang mantap akan sesuatu mempunyai proses dari penangkapan objek (al-hisi wal histaro), pendeskripsian (al-khoyaliah), pemahaman (wohmiyah), penyimpanan (al-hafizu). Dalam hal ini para mutakalimin menyatakan bahwa untuk mencapai 'itiqod bil qolb seorang mukalaf (orang yang telah sempurna akalnya) harus ber'itiqod bil aqli terlebih dahulu, Artinya, untuk bisa mencapai tingkatan penyerahan hati yang sempurna terhadap Allah. Hati yang basah dengan kata lain bening hati maka seseorang itu harus mengetahui (memahami) secara teori terlebih dahulu. Sebagai satu ilustrasi sederhana, bagaimana kita yakin objek A jika kita tidak mengetahui secara akurat objek A tersebut. Jadi 'itikod bil qolb akan sangat berbahaya bila hal yang kita yakini belum ter-tanjih (tersucikan) atau tidak sesuai dengan informasi dari Alloh dan rosul-Nya. Al-quran mengingatkan kita untuk tidak berbertaqlid dalam keimanan. "dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban"., tetapi keimanan harus dinamis menuju keimanan yang lebih dalam dengan ditopang bukti-bukti (dalil-dalil) atau keterangan-keterangan yang kuat dan akurat yang bisa diyakini bukan hanya sekedar dugaan-dugaan semata. Bahkan seorang umar sekalipun pernah ditegur oleh Rosulullah ketika Umar meniru apa yang dilakukan Rosulullah begitu saja tanpa bertanya terlebih dahulu. Kesalahan mengidentifikasi objek (seperti contoh :A) akan mengakibatkan kesalahan yang fatal. Dalam Q.S 29:21 Allah mencontohkan : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menggerakkan matahari dan bulan niscaya mereka akan menjawab "Allah". Secara jelas mereka mengakui Alloh lah yang menciptakan tetapi dalam kehidupan sehari hari antara pengetahuan mereka tentang Alloh dan rosul tidak sesuai dengan realita keseharian. Mereka cenderung untuk mengikuti aturan-aturan nenek moyang (Q.S. 2 :170)
Dalam sebuah bukunya DR. Yusuf Qordhowi (Menghidupkan manusia Rabbaniah dan ilmiah, 1995) menulis.
" para ulama akal sebagai penyebab taklif, inti pahala dan siksa, mereka juga menetapkan bahwa akal merupakjan dasar naql, sebab jika keberadaan Allah tidak dikuatkan akal dan kebenaran nabi tidak dikuatkan dengan akal maka wahyupun tidak akan dikuatkan oleh akal…"
berangkat dari sini para peneliti dari kalangan ulama islam menetapkan, bahwa iman orang yang bertaqlid secara utuh tidak akan diterima. Sebab dia melandaskan imannya kepada keterangan penguat, tidak didasarkan kepada hujjah yang nyata dan hanya kepada taqlid semat".
Akhirul kalam, maka sudah menjadi kewajiban setiap muslim yang mukallaf untuk mendaya gunakan akal dan hati yang telah diberikan Allah kepada kita semua untuk mencapai iman yang tertinggi yakni iman haqiqotul hoqiqot. Adrie M. S (ketum FKII, forum kajian islam ilmiah)

Friday, February 13, 2004

RENUNGAN PEJUANG .....

Dalam sebuah obrolan santai depan rumah, terungkap satu masalah yang sepertinya sangat dekat dengan pendengaran kita. Keboborokan moral para pemimpin negeri ini. Wah serem pisan. Dalam obrolan itu dilontarkan perkataan dari seorang pentolan Ikwanul Muslimin, kalau tidak salah Abu Rosyad, bahwa indonesia terpuruk seperti ini bukan karena orangnya bodoh dalam artian tidak memahami ilmu ekonomi atau tidak bisa hitung tetapi kebanyakan orang Islam ini sudah musyrik rububiyah. Wow..serem lagi.
Dalam ceramahnya di IAIN Sunan Gunung jati itu, beliau menjelaskan mengapa disebut musyrik rububiyah? Karena pemimpin negeri ini kebanyakan orang Islam tetapi mereka bukannya melaksakan aturan Alloh secara total melainkan memakai acuan lain pula.
Ya seperti itulah kurang lebih yang dikatakan beliau. Diwaktu lain penulis pun mendengar siaran langsung dari da'i kondang Aa Gym bersama keluarganya. Saat itu Aa Gym bertanya kepada salah satu anaknya dengan pertanyaan yang tidak jauh berbeda dengan pertanyaan diatas. Lalu terlontar dari mulut sanga anak " mungkin ibadahnya belum benar" katanya sambil disambut dengan tertawa dari Aa dan istri.
Nah ternyata walaupun mungkin tidak terlalu mewakili, terpuruknya negeri ini bukan oleh miskinnya orang indonesia karena ternyata masih banyak mall yang berdiri dan akan diberidirkan, perumahan elit makin banyak, di televisi uang dihamburkan dalam jumlah yang tidak sedikit. Atau ternyata Indonesia yang katanya jatuh miskin (krisis Moneter) masih mampu membeli sebuah pesawat tempur. Presidennya masih bisa terbang keliling dunia.
Jadi apanya yang salah? Jika disimpulkan baik dari anaknya Aa Gym mau pun Abu Rosyad maka intinya adalah kurangnya pemahaman terhadap Islam, sehingga cenderung mengabaikan sisi ruhiah dari sebuah penggalan perjalanan hidupnya. Akhirat, kiamat benar-benar menjadi cerita saja yang kurang mencekam dibanding ceritanya pa Leo dalam percaya nggak percaya.
Proses memahami ini tidak bisa tidak harus ditempuh melalu pendidikan formal atu pun non formal keagamaan. Salah satunya madrasah. Bukan bohong jika kita katakan jika tidak cepat berganti generasi yang lebih baik maka negeri ini akan lebih cepat hancurnya.
Nah sekarang apakah saudara-saudara, ibu dan bapak, saudara/i semua pembaca yang budinam masih akan tetap mengabaikan dan menomerduakan pendidikan agama? Jika ya, tunggulah kehancurannya. [ali_haqie]

Saturday, February 07, 2004

PERENUNGAN

"Orang yang pasti beruntung adalah orang yang mencari kebenaran, orang yang mengamalkan kebenaran, orang yang mendakwahkan kebenaran dan orang yang sabar dalam menegakan kebenaran. Mengatur waktu dengan baik agar tidak sia-sia adalah dengan mengetahui dan mempetakan, mana yang wajib, mana yang sunah dan mana yang mubah."

Sunday, January 18, 2004

TERBERSIT.......
Wach Malam ini serasa banyak hikmah yang didapat... keliling lihat blognya teman-taman jadi banyak masukan, ternyata bener banyak dinamika dalam hidup ini, yang penting bagi orang yang beriman itu dalam menghadapi hidup itu mesti kembali pada konsep dasar yang di gariskan Allah yakni jika menghadapi musibah maka bersabarlah dan jika mendapat kenikmatan dan anugrah bersyukurlah... nah sekarang kita bagaimana? sedang mendapat musibah atau anugrah? hanya diri masing-masing aja yang tahu. Hanya orang yang berilmu dan cerdas yang senantiasa memikirkan hal itu.
Alhamdlulillah ......................Waduch Akhirnya Sudah Hampir selesai juga bikin Web Baru http://guns96ahmad.tk Silahakan tuk mengunjungi HUuuuhhhh Haaaaahhhh Capek... semalaman begadang.... Bobo dulu Ackh.... Bismika Allahuma ahya wa'amut... ZZZZzzzzzzzzzzz..............

Friday, January 16, 2004

PESAN TAS BERKUALITAS

Kami adalah home industri yang mengerjakan berbagai jenis Tas. Baik partai kecil ataupun partai besar, insya Allah kami layani, model disesuaikan dengan keinginan, info lebih lanjut hub. email: guns96ahmad@yahoo.com atau 08121462450

Tuesday, January 13, 2004

PEMIMPIN YANG ADIL

Ketika ditanya bagaimana akhlak Rasulullah SAW, Aisyah binti Abu Bakar ra, istri Rasulullah yang paling muda menjawab : "akhlaknya Al Qur'an". Benar, akhlak Rasulullah merupakan cerminan Al-Qur'an. Simaklah Allah berfirman : "Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an agar kemu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan" (QS.16:44). Maksud keterangan dalam ayat ini bukan hanya yang diucapkan, melainkan semua sikap dan tindakan Rasulullah merupakan terjemahan hidup, dari kandungan Al-Qur'an.

Bila kita ingin memahami Al-Qur'an mari kita baca sirahnya, kita ikuti akhlaknya, kita akan mengerti hakikat yang diajarkan Al Qur'an. Bila kita kebingungan mencari idola hidup, Rasulullah SAW adalah idola yang paling pantas dalam setiap zaman. Tidak ada sedikitpun dari kepribadiannya yang tidak baik. Semua sisi dari prilakunya merupakan cerminan kebaikan. Allah berfriman : "Sesungguhnya telah ada pada
diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatagan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS.33:21).

Bila kita ingin tahu bagaimana maksud ayat (QS.4:135, QS.5:8) yang menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan sebagai bukti ketaatan dan ketakwa kapada Allah SWT., kita lihat bagaimana Rasulullah bertindak adil di antara istri-istrinya, di antara sahabat-sahabatnya dan dalam
kepemimpinannya. Pernahkah kita membaca bahwa Rasulullah bermain kolusi dengan sahabat-sahabat dekatnya? Mendahlukan kepentigan pribadinya atau keluarganya? Memanfaatkan kedudukannya untuk menumpuk kekayaan? Kekuasaan tidak membuat Rasulullah sombong. Karena ia mengerti bahwa itu semata alat untuk menegakkan ajaran Allah. Prinsip Syura benar-benar Rasulullah junjung tinggi.

Bila syura menentukan suatu keputusan, Rasulullah segera tunduk terhadap keputusan itu, sekalipun ia mempunyai pendapat pribadi. Dalam keputusan perang Uhud misalnya, Rasulullah SAW mengikuti keputusan syura untuk menghadapi kaum kafir Quraisy di Luar kota Madinah, padahal ia mempunyai pendapat untuk menghadapinya di dalam kota. Bahkan Rasulullah tidak sama sekali segan untuk meminta pendapat dari seorang istrinya sekalipun dakam hal besar yang berkaitan dengan urusan negara.

Di dalam diri Rasulullah tergambar cerminan kehambaan sejati kepada Allah. Sekecil apapun dari perilaku kepemimpinannya adalah dalam rangka mentaati perintah Allah yang Maha Mengetahui. Dan dalam kesadaran bahwa kelak di hari Kiamat ia akan mepertanggung jawabkan semuanya itu di depan Allah. Karenanya bagi Rasulullah tidak ada bedanya sahabat dekat, keluarga atau orang lain, semuanya sama di depan hukum, jika melanggar harus mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya.

Lihatlah, suatu hari Usamah bin Zaid, ra., datang kepada Rasulullah SAW untuk membantu membebaskan atau meringankan hukuman bagi seorang wanita Bani Makhzum yang telah melakukan pencurian. Rasulullah SAW melihat sikap Usamah seketika marah, seraya bersabada : " Kau (wahai Usamah) akan membebaskan seseorang dari hukum yang telah Allah tentukan?! Melihat kejadian itu Rasulullah segera berdiri di depan khalayak, dan bersabda : "Sungguh orang-orang terdahulu sebelum kelain dihancurkan ( oleh Allah ) karena bila pemuka mereka mencuri dibebaskan dari hukum, dan bila orang-orang lemah yang mencuri ditimpakanlah kepada mereka hukuman. Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad melakukan pencurian, niscaya akan saya potong tangannya".

Monday, January 05, 2004

LULUS

Alhamdulillah, Akhirnya Kelar juga study S1-ku...
Semoga aja dengan status baru ini, aku bisa lebih mawas diri lagi dan lebih pandai proporsional membawa diri. Syukron ya teman-teman atas dukungannya dan bantuannya selama ini, semoga Allah membalas kebaikan antum sekalian dengan yang lebih baik lagi. Aamiin Ya Allah...
Jangan malah menjadi daftar panjang penganguran di Indonesia :P

Kebahagiaan datang jika kita berhenti mengeluh tentang kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, dan mengucapkan terima kasih atas kesulitan-kesulitan yang tidak menimpa kita.

Sunday, December 28, 2003

Jika Aku Jatuh Cinta ...


Cinta. Sebuah kata singkat yang memiliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksistensi cinta diakui oleh semua orang. Al-Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditujukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon.

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertempuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjiha di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”

Prestasi kepahlawanan para pejuang tidak terlepas dari pengaruh cintanya seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah dari pada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis. Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan sisi yang tepat.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(Yesi Elsandra, special untuk yang saling mencintai karena-Nya)



Saturday, December 27, 2003

BELAJAR !!!


Mau sidang nih, jadi mesti belajar keras... agar mandapatkan nilai yang memuaskan, do'ain yach teman-teman :).

Tuesday, December 23, 2003

DOA DAN ASA
Missile


Hidupku bagaikan langit tak berbintang
Amalku layaknya rumah tak bertiang
Seperti kabut dimalam hari
Itulah gambaran hati

Ya Tuhan tuntunlah langkahku
Tuk menuju jalanMu itu
Ya Tuhan jadikanlah aku
Hamba yang mengisi surgaMu

Kuingin tahu jalan menujuMu
Karma petunjukMu ku bias menempuhnya
Inginku rasakan nikmatnya surgaMu
Tapi tak mungkin tanpa kasih dan sayangMu

Kau pelita dalam hidupku
Yang memberi cahaya digelap malam
Kau adalah tumpuanku
Yang memberi harapan kesetiap insan

Kasih dan sayangMu...

Sunday, December 14, 2003

INSAN PILIHAN

Sahabat, kalau ada orang di dunia ini yang paling beruntung, maka sebenarnya bukanlah yang tiba-tiba mendapat harta yang melimpah, isteri yang jelita atau suami yang gagah tampan, serta aneka kenikmatan duniawi lainnya.

Melainkan, ia adalah seorang Muslim/Muslimah yang telah ditetapkan Allah Azza wa Jalla sebagai hamba pilihan-Nya. Ia dicintai Allah. Rasul-Nya, dan orang-orang yang berhak mewarisi surga jannatun na’im. Karena itu, Allah-pun berkenan menganugrahkan mahkota kemuliaan, yang semua orang tidak mendapatkannya.

Siapakah manusia pilihan itu? Ia adalah pribadi yang karena kesempurnaan iman-nya, berhasil mewarisi sifat, sikap, dan kepribadian Rasulullah SAW, sehingga menjadi cermin dan teladan kehidupan bagi orang lain.

Bukankah Rasulullah sendiri adalah teladan umat sebagaimana yang difirmankan Allah, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengaharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.? (Q.S Al-Ahzab (33):21)

Rasulullah telah menjadi teladan umat karena dia telah memiliki kesempurnaan iman. Ciri kesempurnaan iman adalah akhlaqul karimah.

Karenanya, insan yang telah mewarisi sifat, sikap, dan kepribadian Rasulullah, tidak bisa tidak, pasti memiliki akhlak yang mulia karena rasulullah sendiri pernah bersabda, Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling mulia akhlaknya. ( HR. Tirmidzi )

Dengan demikian, akhlaqul karimah tak diragukan lagi merupakan tolak ukur yang paling utama apakah ia telah menjadi insan pilihan Allah atau belum.

Maka, kita pun dapat bercermin pada diri sendiri, adakah kita telah layak menjadi insan pilihan-Nya. Marilah bertaffakur karena siapa tahu kita saat ini tengah menempuh suatu jalan yang dapat mengantarkan kita untuk dapat menggapai mahkota kemuliaan, atau sebaliknya, tengah menuruni lembah menuju kehinaan.

Wallahu'alam

Friday, November 14, 2003

Kematian Cinta Sejati Adalah Awal Keabadiannya

benycasanova , www.planetmusic.4t.com

Cinta menulis surat ghaibnya untuk ku dan ia menulis syair-syair indah, gambaran mata hatinya:

"Saat cinta berkunjung ,aku tak tahu harus berbuat apa....

Dialah si-Jiwa misterius , yang terus menghantui dan selalu bernyanyi bagi jiwa sepiku...

Ia setia melantunkan senandung surgawi didepan pintu jiwaku....walau dia tahu pintu itu takkan kubuka untuknya...dengan ketulusan hati....ia membacakan syair cantiknya sebelum ku tertidur...

'Wahai Mahadewaku...syair-syair cinta telah pergi dan berlalu dari jendela kamarku. Tapi aku masih tak tahu apa sesungguhnya cinta itu.'

"Ketika kau datang membawakan sekuntum bunga, aku kira itulah cinta. Ternyata salah. Aku rasa kau hanya bermaksud menitipkan sekuntum mawar yang terjatuh dari sepeda seorang penjual bunga yang lewat didepanmu.'

'Dari kebingunganku itu....aku ingin engkau percaya-bahwa dirimu tetap tinggal dihatiku...aku tak dapat begitu saja memusnahkan kau dari jiwaku...kau telah menggengam hatiku, dan engkau telah menenggelamkan perasaanku dilautan yang tak bertepi dan tak berbatas...'

Duhai Mahadewaku....dirimu selalu kukenang .... wujudmu tetaplah abadi.....walau engkau tahu hati ini telah tertambat dengan hati yang lain.....kuharap engkau takkan pernah kecewa, maka maafkanlah aku dan selamilah nestapa cintaku, dapatkah kau rasakan perasaan seorang gadis yang terperangkap dari seorang lelaki yang mengasihi dan lelaki lain yang mencintainya?! ......'

"Duhai pelangi....kadang-kadang aku mengharap jendela kamar ini ditebali dan diselubungi debu pekat agar cahaya mataku tak terlihat orang-orang yang melintas didepannya....Aku tak ingin menciptakan luka pada setiap jiwa-yang ingin sekedar mampir menghampiri jendela itu, seraya mengulurkan sesuatu yang membesarkan hatiku, tanpa tersadar aku telah memulai menghiasi matahatinya dengan kekecewaan....dengan lirih dan suara yang bergetar kuharap semilir angin akan mengabarkan semua rahasia hatiku padamu....."

Dari kastil yang berselimutkan kegelapan...terlihat sesosok penyair muda sedang meratap dari sebuah dinding megah yang dipenuhi puisi -perlahan dinding-dinding megah itu terbakar dalam kobaran bara api asmara...dia merentangkan tangannya , dan berteriak sekeras-kerasnya dari setiap ruh kelam yang mengelilinginya , tubuhnya terjatuh lunglai diatas abu kertas kehampaannya, dibiarkan olehnya sukma agung melayang-layang mencari separuh jiwanya yang hilang......

Dengan jemari gemetar dan lemah, sang penyair meraih pena lalu ia membalas surat itu....

"Duhai Mahadewiku...dikeramangan ini...bersama ribuan lilin jiwaku terbakar perih.....aku sangat kesepian.....berabad-abad aku hidup diatas atap kastil ini, tanpa sebuah pemahaman- melakukan apa atau menunggu siapa.....kini racun itu telah mengalir dan menyebar dalam darahku, aku merasakan lumpuh yang sebenarnya lumpuh....tubuhku terkapar diatas abu pembaringanku sendiri....aku tak dapat meggapai kembali bayngan ganjil serta inspirasiku itu, dan kini mataku menjadi buta, aku tak dapat membaca lagi , serta menggenggam lembaran puisi yang pernah tercipta itu...'

"Kini semuanya sedang terbakar, bunga-bunga api telah memandikan tubuhku yang tergolek lemah diatasnya....dari kobaran api dan kepungan asap yang membalut ragaku, aku tetap mencoba menulis kata-kata terakhir untukmu, kutoreh dan kutulis diatas kulit ariku yang melepuh dan terbakar '.....

"Seandainya kabut hitam telah menutup matamu sehingga dirimu tak mengetahui diriku yang sedang meregang nyawa diruang kehampaanku ini, setidaknya langit telah mendengar serta mengukir kisah sedihku ini , dan telah kutitipkan senyum serta kerlip terakhir untukmu pada bulan dan bintang.... Secepat mungkin kutuangkan segala , sebelum aku binasa dan runtuh bersama mahkota duriku ini dan kuyakin senandung malam akan mengabarkan semuanya kepadamu....kisah seorang pujangga pencari cinta sejati...dari jemariku yang terbakar dan luka yang tersayat -kukembali menulis rintihan suara hati...."

" Duhai kekasih hati , ..."

"Aku mendamba kala kelopak mataku terbuka kuingin kau disana , duduk disampingku seraya membawakan senyum dan setangkup rindu...."

" Hanya untukmu seorang , seluruh kerinduanku , mimpi-mimpiku , tangis - tawaku, syair -syair dan doaku - kubingkai dalam lautan bahtera jiwa...karena engkaulah lautan tempat segala bahtera keinginan bermuara.

Kini hatiku telah binasa , luluh lantak bersama istana kebesaranku...."

" Dari puing-puing kehancuranku aku menceritakan padamu , dikala ku mencintaimu dengan sepenuh hati, hatiku telah menciptakan kedalaman samudera yang nyaris sama dengan kedalaman jiwa."

Engkaulah inspirasi bagi seekor merpati untuk berani melintasi awan putih guna menjemput kekasih impian.

Apakah cintamu masih bersemayam dalah sanubariku ?!....atau rasa sakit itu semakin lama semakin mengaburkan rasa cintaku darimu?!".....

Tidak !...Aku tetap mencintai dan setia menunggumu hingga ajal menjemputku!....

Aku tetap menyakini sesuatu yang hidup didalam raga ini adalah cinta sejati.

Engkaulah yang menghadirkan cinta dalam hatiku, dan menjadikanku sebagai tawanannya.

Hanya engkau seorang dan satu-satunya Dewi cinta yang memahami - rahasia malam dan siang jiwaku...

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan hari ini , tanpa kehadiranmu disisiku...

Engkaulah Mahadewi tercantik dan termegah yang pernah kutaklukkan,

Kau tak seperti "Dewi-dewi" yang lain , yang singgah diistana jiwa ku , hanya untuk menikmati pijar mataku beberapa menit sebelum meraka pergi.

Ketika istanaku tertutup ilalang yang lebat dan nyaris tertelan bumi ,aku terpaksa menyanyikan senandung dan elegi cinta dengan keras membahana- berharap kelak ada sebuah pancaran matahati yang mengetahui keberadaanku disini, kemudian mengangkat jiwaku dari kegelapanku yang tak bertepi dan berdasar.....

Dan ternyata engkaulah - seseorang yang mengetahuinya.

Kau yang menghias istanaku dengan warna indahmu , kau yang bersihkan istanaku dengan hujan berkah yang turun dari kesucian langit....

Engkaulah yang mengelap kaca pekatku, hingga jendela kastilku kembali bening,

Kau singkapkan ilalang dari istanaku dengan kelembutan jemari-jemari cintamu yang berapi, lalu kau hidupkan beragam bunga diladang-ladangnya....

Bahkan kau telah bukakan pintu yang dulu kututup rapat, untuk melewatinya dan......tiba-tiba kita sudah bergenggaman tangan .....

"Duhai cinta, aku menginginkan dirimu sebagai matahari yang menyapa hangat relung jiwaku.....Engkaulah mata air kerinduanku , yang dengan kesegerannya telah cukup menghilangkan dahaga jiwaku"

" Aku berjanji akan meletakkan jiwamu diantara keterjagaanku yang satu dengan keterjagaan yang lain,

Digelap dan diterangku - jiwamu akan kusandingkan,

Dari setiap mata hati yang melihat dan menyapa dirimu -parasmu kuhias dan kuletakkan sebagai cerminan mata hati , karena kita telah sama-sama belajar menjadikan hati sebagai cermin,

Setiap pagi aku membukanya ...berharap kicauan pipit mengabarkan hikmah perjalanan kisah-kasih abadi kita - kepada setiap jiwa yang melintas "

Perlahan api dalam kastil semakin berkobar....terlihat kedua mata kaki sang pujangga telah terluka terbakar bara api...dengan lirih serta menahan sakit yang teramat, ia kembali menuliskan kisah kasihnya.....

' Airmataku mengalir jernih dari kelopak jiwa , seakan menyambut cengkeraman kuku-kuku maut, hanya sempat kurasakan dari ketidak-sadaranku kedua tanganku membentang seolah ingin menggapai langit...."

Sorot mataku tajam , sekan menembus atap kastil...

" Duhai matahari bakarlah gelora cinta dalam diriku....bakarlah hingga mengabu serta tertiup angin nan kelam !......"

" Angkatlah aku wahai kematian dari siksa ketersendirianku yang amat mencekam ! ..."

" Wahai maut , bidadari cantik pendamping hari akhirku ! ...Kudapati setiap merpati datang -kembali pergi, dan aku sendiri lagi....Dimanakah kekasihku , wahai maut yang lembut !...yang akan menerangi dan menjadikan pelita bagi tiap jejak langkahku?!...."

"Luka ini telah mengoyak bathinku, darah mengalir deras dari ruang biliknya....kini rasa cinta yang membawa ruhku terbang mengembara lepas , tak lagi berdiam di dalam kastil jiwaku ..."

" Kini aku bagaikan ulat-ulat yang hidup dari seonggok mayat , aku tak dapat lagi mencium keharuman bunga serta keindahannya !"......

"Jasadku terbujur layu dan terbakar....jiwaku memelas meninggalkan raga penyair muda itu...."

" Dengan hening , jemari maut mengangkat perlahan-lahan ruhku hingga terlepas dari raga, ruhku pun melayang-layang meninggalkan jasad yang ada didepannya , ingin kusentuh wajahnya untuk terakhir kali, namun apa dayaku -ku tak dapat merasakan kelembutan bibirnya, yang kini tersisa hanyalah asap duka dan bara api kesia-siaan....."

Tiba-tiba saja hujan datang dengan goresan kilat yang bergemuruh...kini semua telah sia-sia....hujan tak mampu lagi memadamkan api....praaahara dan badai telah meruntuhkan mahkota duri dan istana jiwa nya- yang kini menyatu dalam pelukan bumi

Tinggalah rintik-rintik hujan , diam menyenandungkan airmata kesedihan....

Malam berganti siang...siang berganti malam....abu jenazahnya perlahan-lahan hilang tersapu angin....

Angin bergolak mengabarkan cerita duka, tentang kematian seorang pujangga cinta , hembusannya mengalir kencang hingga pelosok negeri....

Tersadarlah para pengagung cinta dari keterjagaan mereka , kini telah kehilangan untuk selamanya sebuah "Lentera" yang mengajarkan mereka perihal hakikat cinta sejati...

Dibangunnya tugu peringatan diatas reruntuhan kastil tempat pembaringan abadi sang penyair....

Beragam muda-mudi setiap tahun merayakan indahnya cinta dan kasih sayang, diatas reruntuhan kastil itu .....berharap cintanya selamanya abadi ....

" Oh, betapa ironi dan malangnya nasib cinta sejati itu......diatas puing-puing kehancurannya sendiri , beragam wujud cinta sedang bersemi....dan guratan-guratan waktu telah membuktikan : Kematian cinta sejati adalah awal keabadiannya